Obral bintang makin absurd… sekarang giliran miliarder asing, Ray Dalio, yang kebagian tanda jasa dari Presiden Prabowo!
Dalio, investor asal Amerika, diberi Bintang Tanda Jasa Utama. Alasannya? Karena mau jadi penasihat Danantara, sovereign wealth fund Indonesia. Katanya, dia kasih wejangan soal korupsi, transparansi, dan birokrasi.
Tapi sejak kapan rapat-rapat investasi bisa disamakan dengan pengorbanan pejuang bangsa? Veteran yang berjuang angkat senjata sering dilupakan, sementara miliarder asing cukup bawa nasihat—langsung dapat bintang.
Pertanyaannya: Ray Dalio dapat bintang karena jasa luar biasa… atau karena investasi luar biasa? Kalau tanda kehormatan negara bisa jadi hadiah investor, berarti bintangnya sudah turun kelas—dari lambang kehormatan, jadi sekadar souvenir politik.
