Di balik kisah kelam G30S 1965, ada satu nama jenderal yang selamat bukan karena sembunyi… tapi karena tugas negara: Jenderal Ahmad Sukendro.
Sukendro adalah orang kepercayaan Jenderal Nasution—dekat dengan pejabat tinggi Amerika Serikat bahkan CIA. Namanya tercatat dalam daftar target penculikan G30S, tapi ia lolos karena sedang menjalankan misi diplomatik ke Beijing, menghadiri perayaan ulang tahun Republik Rakyat Tiongkok atas perintah Presiden Soekarno.
Sejarawan John Roosa menulis, Sukendro menjadi penghubung penting antara kedutaan AS dengan pimpinan Angkatan Darat. CIA bahkan menyebutnya sebagai satu-satunya ‘brain trust’ TNI AD yang selamat dari tragedi G30S—bersama Ahmad Yani, Suprapto, MT Haryono, dan S. Parman yang justru tewas.
Peran Sukendro menimbulkan banyak spekulasi. Apakah sekadar utusan negara… atau bagian dari skenario besar, di mana CIA, Angkatan Darat, dan politik global saling berkelindan di balik tragedi berdarah 1965?
