Beginilah wajah demokrasi ala PPP… bukan musyawarah untuk mufakat, tapi musyawarah baku hantam
Di Muktamar ke-10 di Serang, Banten, suasana sidang berubah jadi ring tinju. Semua memanas setelah pimpinan sidang menyatakan Mardiono terpilih aklamasi sebagai Ketum PPP 2025–2030.
Kubu yang tak setuju langsung protes, adu mulut pecah, kursi besi ikut terbang, dan ricuh pun berjalan beberapa babak—mirip pertandingan ulang.
Semua gara-gara rebutan kursi ketua umum. Kursi yang katanya untuk memperjuangkan umat, malah dipakai buat saling lempar kepala.
Partai yang dulu identik dengan moralitas Islam, kini viral bukan karena gagasan… tapi karena adegan brutal—lengkap dengan teriakan massal dan kursi beterbangan.
Kalau rumah besar umat Islam saja gaduhnya begini, jangan heran rakyat di luar makin apatis. Demokrasi PPP edisi terbaru: bukan lagi adu gagasan… tapi adu jotosan!
