Bansos salah sasaran? Ya ampun… itu udah kaya sinetron ‘Tersanjung’. Gak tamat-tamat!
Ceritanya gak pernah berubah: yang miskin kebagian janji, yang kaya malah kebagian bansos. Data penerima? Lebih ngawur dari ramalan zodiak.
Di RT 06/01 Dusun Karangrejo Selatan, Wongsorejo, Banyuwangi, warga miskin berharap aplikasi baru bisa jadi solusi… tapi harapannya sering cuma jadi harapan.
Kemensos sendiri mengakui ada 12 juta penerima bansos yang tidak tepat sasaran — dari pegawai BUMN, ASN, sampai dokter. Lebih parah, verifikasi terbaru menemukan 1,9 juta keluarga tak layak masih kecatat dapat bansos. Artinya, puluhan triliun rupiah malah “lari” ke kantong yang salah.
Digitalisasi, sinkronisasi data, aplikasi usul-sanggah, verifikasi lapangan… semua katanya jalan. Tapi nyatanya warga masih bingung: siapa yang pantas, siapa yang jadi korban data rusak.
Alasan pemerintah? Klise: data belum sinkron, sistem belum sempurna.
Tapi fakta bilang lain: 12 juta data bermasalah, 1,9 juta penerima tak layak. Jadi wajar kalau rakyat curiga… bansos lebih sering jadi dagangan politik, ketimbang penyelamat perut orang miskin.
