Namanya Silvester Matutina, publik menyebutnya manusia kebal hukum, bukan legenda, tapi realita di era Prabowo.
Sejak 2019, Mahkamah Agung sudah memvonis Silvester bersalah karena mencemarkan nama baik Jusuf Kalla, dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Tapi apa yang terjadi? Bukan masuk bui, Silvester malah mondar-mandir bebas, bahkan sempat tampil di podcast! Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku sudah memburunya, tapi ya begitu tiap kali mau ditangkap, Silvester seolah menghilang, kayak punya jurus Naruto: no jutsu kebal hukum. Dan ironinya, di saat Prabowo berkoar soal pemerintahan bersih, Silvester justru jadi poster boy betapa hukum bisa dilipat-lipat sesuka hati.
Jadi, siapa yang lebih berkuasa? Negara, Mahkamah Agung, atau Silvester? Kalau hukum cuma galak ke rakyat kecil tapi luluh di hadapan orang tertentu, maka Silvester sudah naik level: bukan lagi buronan, tapi maskot resmi rapuhnya keadilan di republik ini.
