Katanya mau reformasi Polri tapi Kapolrinya tetap. Itu sama aja nyuruh ganti resep tapi kokinya sama, ya gitu lagi, gitu lagi!
Listyo Sigit menjabat sejak 2021, dan kini jadi Kapolri terlama pasca reformasi. Hebat, bukan karena prestasi tapi karena kursinya lengket kayak lem super.
Konon nama Mahfud MD masuk di tim reformasi. Tokoh besar, tapi tanpa mengganti Listyo Sigit, semua hanya kosmetik. Ingat kata Kapolri sendiri: ‘ikan busuk dimulai dari kepala’. Jadi kalau kepalanya tetap, berarti busuknya dibiarkan.
Survei LSI jelas, tingkat kepercayaan publik ke Polri di 100 hari pemerintahan Prabowo paling rendah, cuma 71%. Lebih rendah dari Kejaksaan, Pengadilan, apalagi KPK.
Jadi, reformasi tanpa ganti Kapolri itu ibarat cuci baju pakai air comberan. Pertanyaannya: mau terus percaya sama pencitraan murahan, atau berani cuci baju pakai air bersih ?
