Di PBB, bukan pidato Prabowo yang viral… tapi mikrofonnya yang dimatikan!”
Ini terjadi di sidang Majelis Umum PBB, New York. Aturannya sederhana: tiap pemimpin dunia cuma boleh bicara sekitar lima menit. Tapi Prabowo lewat batas. Akibatnya, mikrofon otomatis terputus.
Bukan sabotase, bukan konspirasi—hanya protokol internasional.
Tapi sayangnya, momen itu lebih viral ketimbang isi pidatonya. Dari isu global, publik malah ingat: ‘Oh iya, itu yang mic-nya dipotong.’”
Lucunya, di dalam negeri beliau digambarkan sebagai pemimpin tegas yang tak bisa dibatasi. Tapi di panggung dunia, batasan waktu saja sudah bikin mati gaya. Apakah ini sekadar insiden teknis, atau simbol gaya kepemimpinan yang sulit dibatasi?
