Anak Sekolah Bertaruh Nyawa Tantang Arus Sungai Tanpa Jembatan

Di perbatasan Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, anak-anak harus bertaruh nyawa menyeberangi Kali Tangkil dengan perahu sederhana setiap kali berangkat maupun pulang sekolah. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya jembatan penyeberangan yang bisa langsung menghubungkan wilayah tersebut.

Perahu kecil yang mereka gunakan sama sekali tidak dilengkapi fasilitas keselamatan, bahkan kerap dipenuhi penumpang. Arus sungai yang kadang deras membuat perjalanan singkat itu penuh risiko. Setiap hari, anak-anak harus melawan rasa takut demi bisa tetap belajar di sekolah.

Padahal, jalan raya dan jembatan lain sebenarnya tersedia, namun jaraknya jauh memutar dan tidak efisien bagi warga. Situasi ini membuat keselamatan anak-anak seolah terabaikan. Harapan besar kini tertuju pada hadirnya jembatan penghubung, agar akses pendidikan tidak lagi harus dibayar dengan taruhan nyawa.