Kepala Cabang BRI Cempaka Mas Hilang, Ditemukan Tewas di Bekasi

Dunia perbankan digemparkan oleh kabar duka. Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Mas, Mohamad Ilham Pradipta, ditemukan tewas di sebuah lapangan di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8). Sebelum ditemukan meninggal, Ilham diduga kuat menjadi korban penculikan.

Pada Rabu (20/8), Ilham dijadwalkan menghadiri pertemuan bisnis dengan pihak Lotte Grosir Pasar Rebo. Berdasarkan catatan internal, pukul 13.11 WIB ia masih sempat menghubungi tim Anchor RTC untuk membahas program Payroll.

Meeting tersebut merupakan yang ketiga kalinya dan dihadiri oleh Ibu Nisa (Partnership Lotte) serta Pak Baskoro (Pinca Cempaka Mas).

Usai salat Zuhur, Ilham sempat berbincang dengan Baskoro di masjid Lotte Mart, kemudian keduanya menunggu di kantin hingga meeting bersama Nisa dimulai pukul 14.20 WIB dan berlangsung hingga 16.30 WIB.

Pukul 16.49 WIB, Ilham masih sempat mengirim laporan via WhatsApp dengan foto tanda lokasi Lotte, namun setelah itu komunikasi terputus.

Hasil pemeriksaan CCTV memperlihatkan Ilham keluar dari area parkir dan tiba-tiba didatangi sekelompok orang dari sebuah mobil putih. Ia terlihat dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut.

Menurut keterangan Baskoro, saat itu Ilham sempat berteriak meminta tolong. Baskoro mencoba mendekati mobil pelaku, namun mobil tersebut melaju cepat dan tidak dapat dikejar. 

Dari rekaman, mobil putih itu terlihat sudah mengintai sejak sebelum kejadian, menunggu hingga mobil di samping kendaraan Ilham keluar agar bisa merapat. 

Keesokan harinya, Ilham ditemukan tewas di sebuah lapangan di wilayah Bekasi. Polisi menduga kuat korban dibawa dari Ciracas lalu dibunuh dan jasadnya ditinggalkan di lokasi kejadian. 

Pihak keluarga, termasuk kakak kandung korban, Taufan, dan tim hukum BRI Regional Office Jakarta 1, mendampingi proses penyelidikan sejak dini hari. Polisi kini tengah memeriksa rekaman CCTV, jejak telepon seluler, serta kendaraan pelaku untuk mengungkap kasus ini. 

Sementara itu, pihak keluarga sempat mengunggah kronologi lengkap dan rekaman CCTV ke media sosial, namun kemudian diminta untuk menurunkan unggahan tersebut demi alasan keamanan.

Hingga saat ini, motif penculikan dan pembunuhan masih didalami.