Sebanyak 636 warga Hunut, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, masih mengungsi di sejumlah lokasi yakni Kantor Desa Poka, Kantor Desa Nania, Kantor Desa Negeri Lama, PLN Poka, dan Lateri hingga Kamis (21/8/2025).
Mereka masih trauma akibat aksi membabi buta sejumlah warga Negeri Hitu yang merusak dan membakar rumah mereka. Para pengungsi telah mendapatkan bantuan makanan siap saji selama tiga hari ke depan sesuai jumlah pengungsi.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga akan mengusulkan bantuan dana stimulan sebesar Rp15 juta per rumah untuk korban kebakaran.
Warga mengungsi akibat bentrok antarwarga di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, yang terjadi pada Selasa (19/08/2025).
Bentrokan yang berawal dari persoalan individu kemudian meluas menjadi konflik antarwarga. Bentrokan terjadi setelah tawuran siswa yang merenggut nyawa satu korban.
Informasi yang diterima Gresnews kondisi sudah mulai kondusif. Sebab sejak peristiwa tawuran, ratusan aparat keamanan langsung diturunkan ke TKP. Anggota yang diturunkan 350 personel gabungan TNI terdiri dari personsl Brimob, Kodim dan Polresta.
