Pemuda Muhammadiyah Usung Gerakan #AkuAmienRais

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia akan melakukan berbagai gerakan dalam rangka memberi dukungan kepada Amien Rais dengan gerakan #AkuAmienRais. Gerakan itu merupakan bentuk penyikapan atas tuntutan yang dibacakan Jaksa Tipikor terkait tuntutan jaksa terhadap terdakwa Siti Fadilah Supari. Jaksa menyebutkan ada aliran dana Rp600 juta yang diterima Amin Rais.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pandeglang Ilma Fatwa mengatakan, pembacaan tuntutan itu membuat kesan tokoh Muhammadiyah itu seolah melakukan praktik korupsi. "Organisasi Ortom dan Angkatan Muda (AMM) Muhammadiyah diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari Sabang sampai Maroke akan melakukan gerakan masif mendukung Amien Rais yang juga Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN)," kata Ilma, dalam pernyataan sikapnya, Minggu (4/6).

PDPM Pandeglang, kata Ilma, tegas menyikapi persoalan tersebut, bahkan dia mengajak melalui media sosial agar AMM dimanapun berada melakukan sikap yang sama. Mereka segera melakukan gerakan dan merapatkan barisan untuk memberi dukungan kepada Amien Rais.

"Jika ada upaya pembusukan terhadap Pak Amien Rais, maka AMM di Indonesia wajib menghentikannya. Bukan karena Pak Amien Rais tokoh partai politik, harus ada dikotomi antara PAN dan Muhammadiyah. Pak Amin yang kita kenal adalah sosok yang jauh dari mental korup," tegas Ilma.

Menurut Ilma, opini yang beredar dimasyarakat menjadi liar. Seharusnya kata dia, KPK tidak tendensius dalam memainkan opini di public, sehingga menjadikan Muhammadiyah dan Amien Rais terpojokan.

"KPK terkesan tendensius dalam dengan memainkan opini melalui media, yang seolah-olah memojokan Muhammadiyah dan Amien Rais. Maka kami tegaskan, sikap kami adalah lawan. Dan ini akan kita lakukan secara masif," tandasnya. (gresnews.com/mag)

Post Image
Politisi Senior PAN Amien Rais (tengah) memberikan keterangan kepada awak media tentang aliran dana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, di Jakarta, Jumat (2/6). (ANTARA)