Tangis Saut dan Jatuhnya Sanksi Etik Tingkat Sedang

Kamis, 04 Agustus 2016, 09:00:00 WIB - Hukum

Ketua Komite Etik KPK Buya Syafi´i Maarif (ketiga kanan) bersama anggota komite etik KPK Imam Prasodjo (kedua kiri), Nathalia Subagyo (ketiga kiri), Erry Riyana (tengah), Agus Rahardjo (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kanan) meberikan keterangan pers terkait hasil sidang etik Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Jakarta, Rabu (3/8). Komite Etik yang dibentuk untuk mengusut adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memutuskan Saut terbukti melakukan pelanggaran kode etik tingkat sedang karena telah menyinggung HMI di acara televisi swasta. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Komite Etik yang dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil pemeriksaan dalam kasus dugaan pelanggaran kode etik salah satu pimpinannya yaitu Saut Situmorang. Dan hasilnya, Saut dinyatakan positif melakukan pelanggaran etik tingkat sedang, terkait pernyataan yang dinilai menghina Himpunan Mahasiswa Islam.

Atas dasar itu, Saut dijatuhi sanksi berupa peringatan tertulis. Saut juga diminta memperbaiki sikapnya ke depan.

'Menyatakan terperiksa Saut Situmorang terbukti dan secara sah bersalah melakukan pelanggaran sedang, yaitu melanggar peraturan KPK No 7 tahun 2013 tanggal 30 Sept 2013,' kata Ketua Komite Etik Buya Syafii Maarif di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan tentang pelanggaran kode etik dari Direktur Pengawasan Internal KPK pada 8 Juni 2016. Kemudian keputusan juga diambil dari pendapat ahli dan dokumen-dokumen lainnya.



Komite Etik tersebut itu sendiri terdiri dari tujuh orang yaitu Syafii Maarif sebagai ketua dan enam anggota yaitu Imam Prasodjo, Nathalia Subagyo, Erry Riyana Hardjapamekas, Franz Magnis Suseno, serta perwakilan KPK yaitu Agus Rahardjo dan Alexander Marwata. Komite itu dibentuk pada 29 Juli lalu dan telah bersidang selama empat kali untuk menindaklanjuti laporan dari pengurus HMI dan KAHMI ke Deputi PIPM KPK.

'Mudah-mudahan dengan keputusan ini, semua pihak akan memahami dan Bareskrim akan bisa lebih bekerja sama. Dan pelapor memahami, yang bersangkutan juga sudah mengakui dan meminta maaf,' kata Syafii.

Yang menarik dari keputusan ini, Syafii menyebut Saut sempat menangis ketika diminta keterangannya terkait hal tersebut. Sikap Saut itu sepertinya cukup meyakinkan Syafii bahwa Saut menyesali tindakannya. Syafii juga menilai Saut cukup kooperatif selama menjalani sidang etik.

'Keterangan dari Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada hari ini diputuskan dan Pak Saut Situmorang ini sangat kooperatif dua kali pertemuan ini menangis,' katanya.

Terkait permintaan majelis etik agar Saut memperbaiki sikapnya, majelis etik mencatat setidaknya lima hal yang harus dilakukan Saut.

a. Menjaga seluruh sikap dan tindakan dan kapasitasnya sebagai pimpinan KPK
b. Tidak bersikap diskriminatif atau menunjukan keberpihakan atau melakukan pelecehan pada siapapun kelompok atau lembaga apapun berdasarkan ras/agama/kebangsaan/mental/usia/status ekonomi dalam menjalankan tugas.
c. Bersikap lebih hati-hati dalam lingkup hubungan dengan kelompok atau lembaga apapun yang dapat menganggu kemandirian dan independensi kondusif.
d. Mengutamakan dan mematuhi komisi tentang pengambilan kuputusan secara kolektif dan kolegial.
e. Menarik secara tegas apa yang patut, pantas dan layak dilakukan dengan apa yang tidak layak, tidak pantas, dan tidak patut dilakukan.

'Memerintahkan kepada pimpinan KPK untuk melaksanakan putusan ini,' tutur mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar