Al Araf dipecat sebagai dosen atau Purnomo mundur sebagai Menhan?

AKTIVIS menyerukan jika Direktur Program Imparsial Al Araf diberhentikan sebagai dosen Universitas Pertahanan (Unhan) karena mengkritik kebijakan pembelian tank Leopard maka Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga harus diberhentikan sebagai menteri, meskipun secara tidak langsung bukan Purnomo yang melakukannya.

Post Image

AKTIVIS menyerukan jika Direktur Program Imparsial Al Araf diberhentikan sebagai dosen Universitas Pertahanan (Unhan) karena mengkritik kebijakan pembelian tank Leopard maka Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga harus diberhentikan sebagai menteri, meskipun secara tidak langsung bukan Purnomo yang melakukan pemecatan Al Araf.

"Agar tidak ada lagi pembungkaman terhadap segala bentuk kritik," kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Hendardi, Kamis (19/7).

Pada Selasa, 16 Juli, Al Araf menerima pesan dari seseorang di pihak Unhan berbunyi: Ysh sahabat saya Al Araf, Apa kabar? saya perlu sampaikan bahwa saya mendapatkan arahan dari pimpinan bahwa untuk modul yang saat ini berjalan (Anantasia/Cranfield) diampu oleh dua orang dosen saja yaitu Anastasia dan Anton. Demikian pula unttuk membimbingan/pengujian Tesis untuk sementara Al tidak dilibatkan. Mohon dapat dipahami dan semoga keadaan yg tidak nyaman ini segera membaik. Salam.

Pada 11 April 2012, Al Araf dihubungi untuk menghadap Komandan Sekolah Kajian Pertahanan dan Strategis Unhan, Marsma Usra Harahap terkait artikel di Kompas yang berjudul Harga Sukhoi Terbang Tinggi, 3 April 2012.

Pada 11 Juli 2012, Al Araf menulis Angela dan Leopard yang kembali dimuat Kompas.

Menurut Al Araf, sejak itulah Ketua Program Studi Manajemen Pertahanan Kolonel Rujito Asmoro mengirimkan pesan singkat kepada Al Araf yang isinya menyatakan tidak mengizinkan sementara keterlibatan Al Araf dalam pengelolaan mata kuliah yang sedang berjalan, pembimbingan penulisan tesis dan pengujian proposal penelitian tesis. "Keputusan ini diambil berdasarkan keputusan dari pimpinan Unhan."

Rektor Unhan Syarifuddin Tippe mengaku pihaknya memang telah mendapat peringatan dari Kementerian Pertahanan soal opini Al Araf yang menyoroti pembelian tank Leopard tersebut. Pihak kementerian, kata Syarifuddin, mengingatkan agar Al Araf bisa membedakan soal pengungkapan kebebasan opini akademik di media massa dan di hadapan mahasiswa.

"Kalau dalam konteks belajar mengajar, bebas-bebas saja beropini demikian. Kami pun sudah mengingatkan Al Araf lewat diskusi forum pengajar Unhan, dan tampaknya dia tidak menghiraukannya," kata Syarifuddin kepada Gresnews.com, Selasa (17/7).