Dibuka Sesaat, Dikunci Kembali? Nasib Dua Kapal RI di Gerbang Minyak Dunia

Selat Hormuz sempat dibuka. Tapi kenapa kapal Indonesia justru tak bergerak? Apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah laut yang tegang, dua raksasa besi VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro menunggu. Membeku di Teluk Persia.

Jalur sempat terbuka. Harapan muncul. Mesin siap dinyalakan. Awak kapal bersiap. Namun sebelum perintah jalan benar-benar keluar, jalur itu ditutup lagi. Bukan sekadar soal izin. Ini soal nyawa, keamanan, dan keputusan yang tak boleh salah. Di Jakarta, negosiasi berjalan. Di laut, waktu berhenti.

Satu kapal membawa denyut energi Indonesia. Jika terlambat, dampaknya bisa menjalar ke mana-mana. Di balik itu, ketegangan Amerika Serikat dan Iran terus memanas. Laut bukan lagi sekadar jalur dagang tapi arena tarik kekuatan.

Dan ironisnya, jalur itu memang sempat terbuka tapi bukan untuk mereka. Seolah dunia memberi jalan, lalu menariknya kembali sebelum kaki sempat melangkah.