Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan pemerintah Indonesia sejauh ini terus membuka diri terhadap tawaran bantuan dunia internasioanl untuk mencari pesawat Airasia QZ 8501.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan pemerintah Indonesia sejauh ini terus membuka diri terhadap tawaran bantuan dunia internasioanl untuk mencari pesawat Airasia QZ 8501.Namun Badan SAR Nasional justru berkeinginan untuk menghentikan adanya bantuan Asing, karena menganggap areal pencarian telah dipersempit.

Retno menyatakaan, saat ini terdapat tambahan bantuan dari 7 negara untuk mendukung proses investigasi pesawat Air Asia yang mengalami kecelakaan di sekitar di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Kita tentunya mengapresiasi niat baik dari negara-negara tetangga tersebut. Saya sudah dapat kabar dari Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Selandia Baru dimana mereka menyatakan siap membantu kita. Kemudian Prancis rencananya akan mengirim tim advisor ke Indonesia sedangkan United Kingdom (UK) sudah pasti mendukung pencarian pesawat dari segi peralatan teknis,” kata Retno di Gedung Pancasila, Jakarta.

Retno juga mengungkapkan bahwa ada tawaran bantuan juga yang diberikan dari pemerintah Tiongkok dalam waktu dekat guna mempercepat upaya evakuasi korban dan proses pencarian Pesawat Ais Asia QZ 8501.

Menlu juga menambahkan, pada tanggal 28 Desember kemarin, pemerintah Indonesia resmi menerima bantuan yang ditawarkan beberapa negara tersebut. Persetujuan itu dilakukan dengan memberikan nota clearance terhadap bantuan asing.

“Pemberian diplomatic clearance juga kita lakukan dalam waktu yang sangat cepat yaitu less than 30 minutes. Upaya koordinasi ini sangat bagus dan diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik,” ujar Retno.

Namun, Disisi lain, tawaran bantuan asing yang dinilai lambat, membuat Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo geram. Soelistyo mengaku sudah mengeluarkan pernyataan resmi kepada pemerintah agar dalam sementara waktu tidak menerima tambahan bantuan asing.

"Bantuan dari negara-negara asing dalam proses pencarian dan evakuasi penumpang dan pesawat Air Asia QZ 8501 untuk sementara kita tolak atau blok dulu," tegas Soelistyo saat jumpa pers di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta.

Soelistyo menyesalkan, upaya bantuan asing yang baru akan dikirim saat ini pasalnya titik pencarian telah berhasil dipersempit oleh Basarnas yaitu di sekitar perairan Pangkalan Bun.

Soelistyo mengapresiasi timnya di lapangan bersama beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura yang sebelumnya sudah mengirimkan bantuan pada hari pertama terjadinya insiden kecelakaan pesawat.

"Kapal AS tepatnya digunakan pada hari pertama dan kedua proses pencarian di mana lokasi pesawat Air Asia belum teridentifikasi," ujar Soelistyo.