Mengobarkan Perang Melawan Illegal Fishing Global

Selasa, 27 Juni 2017, 15:00:00 WIB - Sosial

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti 'mengobarkan perang' melawan Illegal Fishing sebagai kejahatan transnasional terorganisir di kancah internasional. Untuk melawan kejahatan ini mengajak negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan praktik illegal fishing sebagai kejahatan transnasional yang terorganisir (transnational organized crime).

Desakan itu disampaikan Susi dalam Konferensi Kelautan PBB: Transnational Organized Crime in Fisheries Industry bersama Norwegia, The International Police Organization (Interpol), dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), di New York, 13 Juni lalu.

Susi menyebut bahwa Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing itu terkait dengan kejahatan transnasional. Bahkan operasinya kerap didukung oleh kelompok terorganisir.

Indonesia menurutnya telah menjadi saksi adanya pelanggaran hak asasi manusia, mulai dari perdagangan manusia, perbudakan anak, hingga pelecehan fisik dan seksual yang terjadi di kapal penangkap ikan. Kejahatan di lautan juga meliputu penyelundupan bahan pangan seperti beras, bawang, pakaian obat-obatan terlarang, alkohol, dan narkotika. 'Bahkan mereka juga menyelundupkan satwa liar yang terancam punah, seperti burung beo, burung surga, dan armadillo,' ungkap Susi.



Untuk itu Susi menghimbau setiap negara anggota PBB tidak membiarkan praktik illegal fishing di negara masing-masing. Sebab dampak dari praktik ilegal Fishing tak hanya berdampak pada berkurangnya stok ikan di lautan, tetapi juga telah mengancam punahnya beberapa spesies-spesies laut lainnya.

Susi melihat bahwa praktik illegal fishing akan berdampak pada ekonomi dalam negeri, di mana barang atau spesies selundupan akan dijual dengan harga murah, sehingga memungkinkan terjadinya kompetisi yang tidak sehat.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar