Mereka berkeyakinan massa pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang tumbang di putaran pertama,  akan memberikan dukungannya pada  pada pasangan Anies - Sandi.


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Partai pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno semakin percaya diri menghadapi putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Mereka berkeyakinan massa pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang tumbang di putaran pertama,  akan memberikan dukungannya pada  pada pasangan Anies - Sandi. Keyakinan itu timbul setelah menyaksikan hasil pencoblosan ulang di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tiga TPS yang diulang pencoblosannya itu secara mengejutkan dimenangkan pasangan nomor urut 3.

Keyakinan itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra  Sufmi Dasco Ahmad. Menurut politisi yang juga anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu, kemenangan pada tiga TPS yang melakukan pemungutan  ulang menjadi catatan penting soal peta dukungan pada Pilkada putaran kedua yang akan digelar pada 19 April 2017.

"Pertama kita bisa paham siapa yang sebenarnya curang pada pemilihan awal 15 Februari lalu. Kedua kita  bisa menyimpulkan bahwa dukungan arus bawah pro AHY akan beralih ke Anies Sandi pada putaran kedua," ujar politisi yang akrab disapa Dasco itu melalui keterangan tertulis yang diterima gresnews.com, Senin (20/2).

Seperti diketahui tiga TPS dilakukan pungutan suara ulang antara lain di TPS 01 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat dan TPS 29 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Untuk penguatan dukungan itu, menurut Dasco para elit partai pendukung tengah mengonsolidasi dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono untuk mencari format koalisi putaran kedua. Namun dia mengimbau, agar pemilih tidak terpengaruh terhadap proses yang berlangsung di tingkat elit dan tetap bekerja untuk memenangkan kandidat yang didukungnya.

"Kami menyerukan kepada massa arus bawah untuk tidak menunggu proses sinkronisasi tersebut selesai, namun agar segera mulai kerja-kerja konsolidasi untuk mengalahkan lawan," imbuh Dasco.

PERSAINGAN KOMPETITIF - Sementara itu pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun memprediksi, pada pemilihan putaran kedua pilkada DKI  akan terjadi persaingan yang sangat kompetitif. Perolehan suara dengan selisih cukup tipis sekitar 3 persen antara Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat dan Anies - Sandiaga Uno akan membuat kontestasi semakin sengit.

Sesuai data real count dari data C1 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) selisih suara cukup tipis. Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh suara sebanyak 936.609 atau  (17,07%). Sementara pasangan nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mendulang suara tertinggi 2.357.637 (42,96%), yang kemudian disusul Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno sebanyak 2.193.636 atau sekitar (39,97%).

"Mencermati tipisnya perbedaan perolehan suara  antara pasangan calon nomor 2 dan nomor 3, kita bisa membaca kemungkinan besar kontestasi pada putaran dua akan berlangsung sengit," kata Ubedillah, Senin (20/2).

Selain itu, Ubedillah juga melihat kedua pasangan yang akan berlaga pada putaran kedua didukung oleh partai yang memiliki basis kuat di tingkat pemilih. Baik PDIP di kubu Ahok maupun Partai PKS di kubu Anies menjadi mesin partai yang cukup baik secara ideologis, maupun militansi pemilihnya.

"Karakteristik kedua mesin politik ini sama-sama militan secara ideologis dibangun oleh warna ideologi nasionalis sekuler versus nasionalis religius," tutur Ubed.

Lebih jauh dia mengungkapkan, antara pemilih Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi akan terpacu dengan perolehan suara yang tidak jauh berbeda. Sehingga masing masing pendukung akan bekerja maksimal untuk mendulang perolehan suara pada putaran terakhir Pilgub DKI Jakarta. "Hasrat untuk menang dari masing-masing masa pendukung sangat tinggi," katanya.