Kembali Menyoal Penuntasan Kasus Korupsi IM2

Rabu, 28 September 2016, 19:00:32 WIB - Hukum

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) menyerahkan penghargaan kepada Direktur Corporate Service PT Indosat Mega Media (IM2) Fuad Fachroeddin pada Indonesia Public Relations Awards & Summit 2016 (IPRAS) di Semarang, Rabu (31/8). Program IM2 dengan judul "IM2 PR Campaign CSR Program IM2 untuk Indonesia" menjadi yang terbaik pada kategori Korporasi Swasta Nasional dan Multinasional. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Belum tuntasnya perkara dugaan korupsi pemanfaatan spektrum 2,1 Ghz untuk jaringan 3G oleh PT Indonesia Mega Media (IM2) Tbk dipertanyakan publik. Sebab dengan ditolaknya upaya Peninjauan Kembali (PK) mantan Direktur Utama PT IM2 Indar Atmanto oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2015 silam, jaksa bisa melanjutkan proses hukum tersangka lain termasuk eksekusi uang pengganti Rp1,3 triliun.

Kejaksaan Agung sendiri saat ini tengah melakukan penyisiran sejumlah kasus korupsi yang mangkrak lewat program zero outstanding. Salah satunya adalah kasus IM2. Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Arminsyah mengaku tengah mengkaji tindak lanjut kasus IM2. Sebab terpidana masih akan mengajukan PK kedua.

"Kami lagi pelajari untuk tindaklanjutnya," kata Arminsyah di Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu.

Hal senada juga disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam beberapa kesempatan bahwa penuntasan kasus IM2 masih menunggu PK kedua yang akan diajukan Indar Atmanto.

‎"Indosat, mereka sedang mengajukan gugatan, kami tunggu (nanti putusannya)," kata Prasetyo dalam beberapa kesempatan.

Sementara itu lembaga swadaya masyarakat yang mengatasnamakan Lembaga Pendidikan dan Advokasi Konsumen (Lapak) menyambangi Kejaksaan Agung. Mereka mempertanyakan kelanjutan kasus ini kepada Jaksa Agung M Prasetyo dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah. LSM ini menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Sudah jelas, dengan putusan PK Indar Atmanto telah terjadi korupsi yang dilakukan bersama-sama," kata Koordinator Lapak Urai Zulhendri di Kejaksaan Agung usai menyampaikan surat tuntutannya, Rabu (28/9).

Karena itu pihaknya meminta Kejaksaan Agung untuk segera menyidangkan tersangka kasus korupsi penyalahgunaan Jaringan Frekuenzi 2,1 GHz (3G) oleh PT IM2 dan PT Indosat Tbk yaitu Harry Sasongko, Jhonny Swandi Sjam, dan Kaizad B Heerje dan tersangka korporasi lainnya. Selain itu, lembaga ini meminta PT IM2 dan PT Indosat Tbk untuk membayar ganti rugi terhadap negara sebesar Rp1,3 triliun seperti yang dituangkan pada putusan kasasi Indar Atmanto.

Seperti diketahui, berdasar putusan MA telah menolak Peninjauan Kembali (PK) Nomor 77PK/Pidsus/2015 yang diajukan terdakwa Indar Atmanto. Putusan tersebut meneguhkan putusan kasasi MA yang menghukum Indar hukuman penjara delapan tahun dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. MA juga menghukum PT Indosat dan IM2 membayar uang pengganti sebesar Rp1,3 triliun berdasar putusan Mahkamah Agung (MA) No 787K/PID.SUS/2014, tanggal 10 Juli 2014.

Dengan putusan tersebut sebenarnya, tidak ada alasan bagi Kejaksaan Agung untuk tidak melaksanakan putusan MA. Namun hampir dua tahun kasus ini diambangkan.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar