April lalu ia dicopot gara-gara skandal anggaran motor listrik triliunan rupiah. Rabu ini, ia justru dilantik jadi Wakil Menteri Keuangan.
Luky Alfirman dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, usai anggaran pengadaan 21.801 motor listrik Badan Gizi Nasional senilai Rp1,05 triliun lolos—padahal sudah ditolak setahun sebelumnya.
Purbaya sendiri mengaku "kecolongan" lewat celah sistem Direktorat Jenderal Anggaran. Skandal motor listrik MBG ini bahkan kini menyeret seorang kolonel TNI aktif jadi tersangka di Kejaksaan Agung. Tapi Kamis (1/10), Presiden Prabowo Subianto justru melantik Luky sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Luky sendiri menyebut masa nonaktifnya hanya "masa hibernasi"—istilah yang terdengar jauh lebih lembut ketimbang kata "dicopot" yang sebenarnya terjadi. Di republik ini, jatuh dari jabatan ternyata bisa jadi batu loncatan, asal sabar menunggu reshuffle berikutnya.
