Saksi Penting E KTP Bunuh Diri atau Dibunuh?

Sabtu, 12 Agustus 2017, 21:52:01 WIB - Politik

akil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Titiek Soeharto (kedua kanan) didampingi Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia (kedua kiri) dan anggota GMPG Mirwan Bz Fauly (ketiga kiri) serta M Samsul Rizal (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Gedung Granadi, Jakarta, Jumat (11/8). Pertemuan itu selain guna mengajak Titiek mendukung gerakan "Golkar Bersih" juga untuk membahas masa depan Golkar pascapenetapan Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi E-KTP. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Saksi kunci dalam skandal korupsi proyek e-KTP Johannes Marliem membujur kaku dengan luka tembak di kediamannya Los Angeles, Amerika Serikat pada Kamis (10/8) dini hari. Johannes adalah seorang pengusaha yang bergerak di sektor IT, direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat tepatnya.

Dalam surat tuntutan jaksa KPK terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, keterlibatan Johannes sedikit diungkap. Dia merupakan provider produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1. Marliem juga merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik.

Johannes merupakan saksi penting pada kasus korupsi e-KTP. Berdasarkan wawancara Majalah Tempo, Johannes disebut memiliki rekaman 500 GB. Rekaman tersebut tentang berbagai pertemuannya dengan para perancang proyek e-KTP juga turut dihadiri oleh Setya Novanto, Ketua DPR RI.

Kabarnya KPK telah meminta keterangan dirinya, namun ia kecewa lantaran dirinya disebut sebagai saksi dan diumbar pada sebuah media. Ia kecewa media tersebut menyebut penetapan tersangka Setnov seolah setelah KPK bertemu dirinya.



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri mengaku masih mendalami penyebab kematian saksi kunci e-KTP Johannes Marliem. Soal peran dan kesaksian Johannes dalam kasus e-KTP itu pun tak akan diabaikan.

'Tentang sepenting apa Almarhum Johannes Marliem, KPK selalu tidak mengabaikan keterangan setiap potensi saksi dan pengakuan. Itu sebabnya kadang kita memanggil banyak orang untuk satu kasus. Kita tunggulah ya (soal konfirmasi penyebab kematiannya),' ungkap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Sabtu (12/8).

KPK juga akan kembali memastikan keterangan apa saja yang pernah dibeberkan Johannes dalam penyidikan e-KTP. Termasuk pada pemetaan kualitas dan kuantitas bukti.

'Saya belum dengar rekaman atau baca dokumen tentang apa yang almarhum sebutkan di media. Apa kualitas dan kuantitas buktinya seperti apa. Apa berguna buat KPK atau tidak,' tuturnya.

'Kita tunggu lah, kita masih mau konfirmasi dulu seperti apa posisi yang bersangkutan dalam kaitan bukti-bukti,' pungkasnya.

Saat ini yang akan dilakukan KPK adalah berkoordinasi soal penyebab kematian Johannes. 'Kasihan ya, masih muda merantau ke negeri orang itu bagus, bagian dari Diaspora Indonesia. Kita tunggulah perkembangannya seperti penyebabnya. Kita mau koordinasi dulu,' pungkasnya.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar