Kampanye Etik untuk Bendung Korupsi Dinasti Politik

Minggu, 08 Januari 2017, 15:00:00 WIB - Politik

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Dinasti politik dinilai memiliki korelasi terhadap meluasnya praktik korupsi di daerah, jika tidak diawasi dengan baik. Di satu sisi undang-undang yang membatasi praktik dinasti politik justru telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Padahal korupsi justru meningkat ketika pimpinan kepala daerah berasal dari dinasti politik.

Untuk itu, diperlukan kampanye etik untuk membatasi menguatnya dinasti politik melalui pemilihan kepala daerah dalam kontestasi demokrasi yang akan berlangsung pertengahan bulan depan. Urgensi kampanye itu lantaran instrumen hukum masih berpihak pada politik dinasti.

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said menganggap penanggulangan di hulu lebih efektif, dibanding penindakan kasus korupsi di bagian hilir yang dianggap lebih seksi. Padahal yang perlu diterobos adalah sisi pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat soal korupsi.

"Kalau mengejar hulunya saja tidak akan selesai-selesai," kata Sudirman Said saat diskusi bertopik, "Korupsi dan Politik Dinasti" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1).



Soal keberadaan dinasti politik, menurut Sudirman, tak bermasalah sepanjang proses politik mendapatkan kekuasaan dan orangnya dilakukan dengan cara yang baik. Namun, Sudirman mengakui peluang terjadinya praktik korupsi memang lebih terbuka ketika adanya dinasti politik. "Tapi memang hubungan keluarga melonggarkan kontrol yang menyebabkan praktik korupsi," ungkapnya.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo juga mengungkapkan hal yang sama. Adnan menilai dinasti politik cenderung melahirkan praktik koruptif karena kekuasaan yang dihasilkan tidak lagi proses yang transparan tetapi karena kekuasaan yang terpusat yang mengharuskan mereka maju ke pusat kekuasaan.

"Saya kira fakta membuktikan bahwa dinasti politik membuat demokrasi tersandera karena pusat kekuasaan terpusat pada dinasti," ungkapnya.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar