Ridwan Kamil Tetap Tak Berpartai

Sabtu, 11 November 2017, 16:40:54 WIB - Peristiwa

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) menyerahkan rekomendasi kepada Ridwan Kamil (kedua kanan) dan Daniel Muttaqien (kanan) sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat disaksikan politisi senior Golkar Agung Laksono (kedua kiri) dan MS Hidayat (kiri) di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (9/11). Partai Golkar resmi mengusung pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilkada Jawa Barat tahun 2018. (ANTARA)

Ridwan Kamil membantah tertarik untuk menjadi kader Golkar di masa depan. Wali Kota Bandung itu menyatakan, ia hanya berdiplomasi saat bertemu kader Golkar di jalan Anggrek Neli, Jakbar pada Kamis (9/11) lalu.

'Saya sudah sampaikan, itu adalah retorika. Jadi itu bahasa diplomasi saya,' kata Ridwan usai jalan santai bersama kader NasDem di Tugu Proklamasi, Rengasdengklok, Karawang, Sabtu (11/11).

Ridwan bercerita, banyak parpol berminat menarik dirinya sebagai kader. Bukan hanya Golkar, termasuk juga PPP dan PKB.

'Pernah ditanya PPP. Pak Ridwan bisa enggak jadi kader kami? saya jawab iya nanti lihat situasi. Ditanya PKB, Pak Ridwan bisa enggak jadi kader kami ? iya lihat nanti saya istikharah dulu, ditanya Golkar? iya nanti lihat situasi,' ungkap Ridwan.



'Media jangan mengutip sepotong-sepotong lagi,' kata dia.

Ridwan pun memastikan tidak akan menjadi kader partai politik manapun hingga pilkada Jabar 2018 selesai. 'Jadi saya pastikan sampai pilkada saya tidak akan masuk partai manapun. Karena komitmen saya seperti itu. Sampai pilkada saya tetap posisinya bukan anggota partai,' tegas Ridwan.

Sementara itu, Saan Mustopa, Ketua DPW NasDem Jabar mengatakan tidak akan membujuk Ridwan jadi kadernya. 'Nasdem berkomitmen sejak deklarasi 19 Maret, Emil jadi milik semua partai, tidak boleh jadi kader manapun termasuk NasDem,' kata dia.

Menurut Saan, sebaiknya sosok Ridwan Kamil tidak pas menjadi kader parpol lantaran Jawa Barat butuh pemimpin yang tidak sibuk mengurusi partai. Apalagi jika tersandera kepentingan partai.

'Kita butuh gubernur yang fokus konsentrasi membenahi Jabar dan tidak terbebani kepentingan parpol. Kita ingin Kang Emil terbebas dari kepentingan politik dalam memimpin Jabar,' ungkap Saan saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

'Nasdem prinsipnya siapapun boleh dampingi Emil asal cocok apakah itu Golkar, PPP, PKB bagi Nasdem tidak ada masalah. Yang masalah itu jika dipaksakan, jangan memaksa Emil harus memilih kader partainya menjadi wakil, kalau enggak nanti keluar dari dukungan. Nah itu nggak boleh,' kata Saan. (dtc/mfb)

Komentar