Markas Polres Dharmasraya Sumbar Diserang dan Dibakar Teroris

Minggu, 12 November 2017, 13:01:46 WIB - Peristiwa

Kebakaran melanda Polres Dharmasraya, Sumbar diduga karena serangan orang tak dikenal (12/11) dinihari. (Istimewa)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Polres Dharmasraya, Sumatera Barat diserang sekelompok orang tak dikenal, Minggu (12/11) pukul 02.45 WIB dinihari. Akibat penyerangan itu seluruh ruang di gedung utama kantor Polres mengalami kebakaran. Dua pelaku yang diduga menjadi pelaku penyerangan berhasil ditembak mati setelah sempat terjadi perlawanan dengan aparat setempat.

Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yoelianto membenarkan peristiwa itu. "Iya Mako kami diserang pelaku dan dibakar," ujar Roedy, Minggu (12/11).

Hingga saat ini polisi masih melakukan olah TKP dilokasi kejadian.

Sementara itu Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengungkapkan penyerangan Polres Dharmasraya diduga dilakukan oleh dua orang pria berpakaian serba hitam. Mereka melakukan penyerangan terhadap aparat Polres Dharmasraya saat kebakaran Mapolres terjadi. Penyerangan dilakukan saat anggota polres hendak menangkap mereka yang bersikap mencurigakan di lokasi kebakaran.



"Salah satu petugas pemadam kebakaran melihat dua orang dengan pakaian hitam sambil memegang busur panah. Kemudian personel Polres Dharmasraya langsung mengepung orang yang dicurigai tersebut," ujar Rikwanto, Minggu (12/11).

Kedua pelaku sempat menembakkan anak panah ke arah aparat. Karena pelaku melawan, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak mati pelaku.

"Orang tersebut melakukan perlawanan dengan melepaskan beberapa busur panah ke arah petugas sehingga personel Polres Dharmasraya melakukan tindakan tegas setelah sempat menembakkan peringatan ke udara," urai Rikwanto.

Selain menembak mati para pelaku, polisi juga mengamankan selembar kertas berisi 'pesan jihad'. "(Barang bukti yang berhasil diamankan) 1 lembar kertas yang berisika Pesan Jihad dari 'Saudara Kalian Abu Azzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah'," beber Rikwanto.

Selain pesan jihad polisi juga mengankan 1 buah busur panah, 8 buah anak panah, 2 buah sangkur, 1 bilah pisau kecil, dan 1 buah sarung tangan warna hitam. (dtc/rm)

Komentar