Presiden Ingatkan Aparatnya Soal Ancaman Bencana Kekeringan

Rabu, 13 September 2017, 13:00:21 WIB - Peristiwa

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dengan disaksikan Mensesneg Pratikno (kanan) dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kedua kanan) sebelum rapat terbatas tentang penanggulangan bencana kekeringan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/9).(ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan kepada seluruh menteri, lembaga terkait dan para gubernur untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi ancaman bencana kekeringan.

Menurut presiden kekeringan disejumlah daerah sedang mengalami puncak. Bahkan beberapa daerah sudah 60 hari berturut-turut tak mengalami hujan. Sementara mengutip laporan BMKG, bahwa musim hujan di sebagian daerah diperkirakan baru akan terjadi akhir November atau akhir Oktober 2017.

"Langkah jangka pendek saya minta dipastikan untuk bantuan droping air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan," pesan Presiden Jokowi saat memberikan arahan Rapat Terbatas Penanggulangan Bencana Kekeringan, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/9) sore.

Presiden juga meminta suplai air untuk irigasi pertanian yang sangat dibutuhkan, terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak, untuk kembali dilakukan pengecekan.



Dikatakan presiden, dalam 2 tahun terakhir pemerintah telah banyak membangun bendungan, waduk, dan embung-embung di desa-desa untuk mengantisipasi ini. Karena itu, Presiden berharap ini juga bisa membantu.

Selain itu Presiden Jokowi juga meminta ketersediaan stok bahan pangan di beberapa daerah dipantau, sehingga tidak terjadi kelangkaan dan stabilisasi harga bisa terjaga.

"Sekali lagi saya titip pesan agar kita tidak lengah untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan-lahan gambut seperti pada tahun 2015," ujar Presiden, seperti dirilis situs setkab.go.id.

Dalam rapat terbatas yang juga dihadiri sejumlah menteri seperti Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil. Juga dihadiri sejumlah kepala daerah, diantaranya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Gubernur Banten Wahidin Halim. (rm)

Komentar