Langkah Guatemala Soal Yerusalem Tuai Kecaman

Selasa, 26 Desember 2017, 09:00:00 WIB - Internasional

Massa memadati kawasan Masjid Raya Al Mashun saat digelar Tabligh Akbar Peduli Palestina, di Medan, Sumatera Utara, Minggu (17/12). Mereka menyerukan pembelaan untuk Palestina dan mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Presiden Guatemala Jimmy Morales telah menginstruksikan kedutaan Guatemala dipindah ke Yerusalem. Hal tersebut disampaikan Morales melalui akun Twitter miliknya. Morales menyebut, keputusan tersebut disampaikan usai bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Minggu lalu, Guatemala menjadi satu dari sembilan negara yang menentang keputusan PBB yang memerintahkan AS menarik kembali keputusannya terkait Yerusalem. Donald Trump sebelumnya telah mengancam akan memotong bantuan kepada negara-negara yang berseberangan dengan AS dalam hal ini. AS termasuk salah satu pemberi bantuan utama untuk Guatemala, sebuah negara berkembang di Amerika Tengah.

Pada Minggu (24/12), Morales telah memerintahkan kepada jajarannya untuk segera melakukan tindakan-tindakan dalam rangka pemindahan kedutaan. Morales juga menegaskan Guatemala kini telah menjadi sekutu Israel.

Yerusalem Timur diklaim Israel sebagai bagian mereka sejak perang 1967 silam. Padahal, warga Palestina menyebut Yerusalem Timur merupakan ibu kota masa depan mereka.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional, dan semua negara saat ini memilih tetap menempatkan kedutaan mereka di Tel Aviv. Namun, Presiden Trump telah mengatakan kepada departemen luar negeri AS untuk mulai bekerja untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.



Keputusan Guatemala yang mengikuti Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaan ke Yerusalem dipuji oleh Israel. Israel menegaskan, akan ada negara lain yang bakal menyusul.

'Negara lain akan mengenali Yerusalem dan mengumumkan relokasi kedutaan mereka. Negara kedua melakukan hal itu dan saya mengulanginya: akan ada yang lain, ini baru permulaan dan ini penting,' kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam keterangannya seperti dilansir AFP, Selasa (26/12).

Langkah politik ini menjadi sorotan lantaran negara lain juga menentang AS yang memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Itu artinya, AS dan Guatemala mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Palestina mengecam tindakan Guatemala yang memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Palestina menyebut tindakan ini memalukan.

'Ini adalah tindakan memalukan dan ilegal yang bertentangan dengan keinginan pemimpin gereja di Yerusalem,' ujar Kementerian Luar Negeri Palestina seperti dilansir AFP, Selasa (26/12).

Itu artinya, Guatemala mengikuti langkah AS yang mengakui Yerusalem Timur ibu kota Israel. Padahal, wilayah tersebut masih bagian dari Palestina. Oleh sebab itu, Palestina menilai tindakan Guatemala adalah sinyal permusuhan.

Palestina akan mengambil sikap. 'Negara Palestina akan bertindak dengan mitra regional dan internasional untuk menentang keputusan ilegal ini,' jelas Kemlu Palestina.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar