"Perang" Papa Vs KPK Makin Seru

Selasa, 14 November 2017, 08:00:00 WIB - Hukum

Massa yang tergabung dalam Generasi Muda Golkar melakukan unjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta, Senin (13/11). Dalam aksinya mereka memberikan dukungan kepada KPK untuk segera memproses kasus Ketua DPR Setya Novanto yang kini telah kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP Elektronik. (ANTARA)


TETAP DIPANGGIL - Menanggapi manuver-manuver Setya Novanto itu, KPK tak patah arang. Penyidik KPK tetap menjadwalkan pemeriksaan terhadap Setya Novanto pada Rabu (15/11) mendatang. KPK sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

"Tadi saya dapat info bahwa Rabu minggu ini SN (Setya Novanto) akan dipanggil sebagai tersangka dalam proses penyidikan yang sudah dilakukan," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017).

Ini merupakan panggilan pertama Novanto dalam kapasitas sebagai tersangka setelah kembali ditetapkan oleh KPK pada Jumat (10/11) pekan lalu. Sebelumnya, Ketua DPR ini lolos dari jerat tersangka melalui praperadilan pada 29 September 2017.

Surat perintah penyidikan atas nama Novanto diterbitkan KPK pada 31 Oktober 2017. Novanto disangka terlibat dalam tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto.


Dalam agenda pemeriksaan itu, Novanto akan dimintai konfirmasi soal perannya dalam kasus e-KTP. Febri berkata, jika masih ada bantahan dari Novanto, akan diajukan pembuktian terbalik.
"Kalau ada bantahan yang disampaikan, akan terbuka kemungkinan proses klarifikasi dan pengajuan bukti-bukti yang sebaliknya pada proses pemeriksaan," ucapnya.

KPK meminta Novanto hadir dalam panggilan pertamanya itu. Febri Diansyah mengatakan, surat panggilan itu sudah dikirim secara patut pekan lalu. Dia berharap Novanto memberi contoh selayaknya Ketua DPR yang patuh hukum.

"Kita harap yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan memberikan contoh yang baik sebagai pimpinan lembaga negara untuk bisa datang pada proses pemeriksaan di institusi penegak hukum, termasuk KPK," ucap Febri.

Sejauh ini, ujar Febri, KPK belum menerima informasi apa pun soal rencana kehadiran Ketua Umum Golkar itu. Informasi yang diterima baru absennya Novanto dalam panggilan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo hari ini.

"Untuk panggilan hari Rabu, belum ada info apa-apa, jadi kita harap yang bersangkutan bisa memenuhi panggilan secara patut karena KPK juga mencermati dan memperhatikan hak yang seimbang untuk saksi dan tersangka," kata Febri.

KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP pada Jumat (10/11). Ini adalah kedua kalinya KPK menjerat Novanto setelah kalah melalui praperadilan pada 29 September 2017.

Novanto disangka terlibat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP bersama beberapa tersangka lain saat menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar saat proyek e-KTP berjalan. Sprindik atas namanya diterbitkan pada 31 Oktober 2017.

Novanto disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Novanto disangka melakukan korupsi bersama-sama dengan tersangka lain yang sudah ditetapkan, yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Anang Sugiana Sudihardjo.

Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar