Gerak Cepat Kepolisian Ungkap Pengaduan Aris Budiman

Kamis, 21 September 2017, 17:00:33 WIB - Hukum

Ketua KPK Agus Rahardjo (kelima kanan) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kelima kiri) menyaksikan aksi teatrikal saat berlangsungnya aksi dukungan untuk KPK di Jakarta, Kamis (31/8). Dalam aksinya mereka menuntut KPK untuk memecat Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman karena membangkang perintah pimpinan dengan hadir memenuhi panggilan Pansus Angket KPK. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kasus perseteruan antar penyidik KPK Novel Baswedan dengan Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman terus bergulir. Polisi masih memeriksa saksi atas laporan Aris yang melaporkan Novel atas tuduhan pencemaran nama baik melalui e-mail. Dalam e-mail tersebut, Novel menyebut Aris tidak mempunyai integritas sebagai Dirdik KPK. Novel juga menyebut Aris sebagai Dirdik KPK terburuk sepanjang lembaga antirasuah itu berdiri.

Polda Metro Jaya memeriksa terdakwa terkait kasus e-KTP Miryam S Haryani. Dalam pemeriksaan itu, Miryam ditanya soal transkrip rekaman. "Di rekaman itu kan sudah dijelaskan, tanyakan saja ke penyidik. Apakah itu direkayasa ataupun apa, tanya pengacara saya saja. Cuma saya minta kepada Polda yang tadi memeriksa saya untuk tidak berhenti sampai di sini," kata Miryam setelah diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (21/9) dini hari.

Miryam diberi sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik Subdit Tipikor Polda Metro Jaya. Namun dia enggan berkomentar lebih jauh soal apa saja yang ditanyakan penyidik.

"Mengenai transkrip rekaman di persidangan. Nanti lawyer saja yang cerita," kata dia.



Pengacara Miryam, Aga Khan, lalu menegaskan kliennya tak mengakui soal penyebutan nama Aris Budiman dalam transkrip rekaman. Miryam, kata Aga, bahkan kebingungan soal itu.

"Tidak ada sama sekali, karena itu berbeda kontennya. Kenapa, itu ada dua hal kejadian yang berbeda. Tidak ada klien saya, tidak ada penyebutan hal itu (Aris Budiman), itu satu hal yang membingungkan bagi kita," kata Aga.

Terdakwa keterangan palsu terkait kasus e-KTP Miryam S Haryani diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi atas laporan Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman. Pemeriksaan dilakukan atas seizin hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Tadi dapat informasi ada penetapan hakim yang mengabulkan permintaan penyidik Polda untuk melakukan pemeriksaan Miryam. Atas dasar itu, proses pemeriksaan dilakukan karena memang penahanan dilakukan tahapan sudah di pengadilan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Menurut Febri, KPK mengikuti proses penetapan hakim yang mengizinkan Miryam untuk diperiksa di Polda Metro Jaya. Miryam saat ini ditahan di Rutan KPK.

"Perizinan penetapan hakim. Hakim sudah menetapkan itu, KPK mengikuti meskipun penahanan dilakukan di rutan KPK. Kalau penetapan izin majelis hakim proses penahanannya, tahapan sudah di peradilan. KPK melakukan di tahap penyidikan dan penuntutan sebelum masuk persidangan," jelas Febri.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar