Ada Andi Narogong dalam Pengadaan Mambis di Kepolisian?

Jum'at, 17 Maret 2017, 17:00:00 WIB - Hukum

Terdakwa mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman (kanan) dan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto (kedua kanan) menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP secara nasional tahun 2011-2012 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/3). Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut KPK terkuak sejumlah nama besar yang di anggap terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 2,3 Triliun. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Meski diduga terlibat kasus e-KTP yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pengusaha Andi Agustinus atau dikenal Andi Narogong tetap saja mendapat enam proyek senilai Rp 600 miliar di lingkungan Polri. Bahkan saat ini, satu dari keenam proyek itu sudah masuk dalam tahapan proses 'penawaran'. Andi Narogong adalah saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang kini disidik KPK.

Proyek itu adalah teknologi mobile automated multimodal biometric identification system (Mambis), yakni alat pengungkapan identitas melalui sidik jari di lingkungan Polri. Indonesia Police Watch (IPW) bereaksi atas masuknya Andi dalam proses pengadaan proyek di Polri. IPW mendesak Polri agar segera membatalkan semua proyek yang ditangani Andi di lingkungan kepolisian.

Jika tidak, pengusaha bermasalah ini akan membawa masalah baru di Polri, mengingat Andi disebut-sebut KPK terlibat memberikan uang suap hingga ratusan miliar kepada sejumlah pejabat dan anggota DPR dalam kasus proyek pengadaan e-KTP. 'Keenam proyek yang akan ditangani Andi itu semuanya berkaitan dengan teknologi Mambis, yakni alat pengungkapan identitas melalui sidik jari,' kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran persnya, Kamis (16/3).

Jika dicermati proyek ini hampir sama dengan e-KTP yang bermasalah. Ironisnya, e-KTP saja bermasalah tapi kenapa Polri malah memberikan proyek Mambis kepada Andi. 'Ada apa di balik semua ini,' tanya Neta.



Menanggapi keterlibatan perusahaan AN pada lelang pengadaan di lingkungan Polri, pihak Mabes Polri mengaku masih akan mendalami. 'Saya sudah cek ke sarpras (sarana dan prasarana). Ini akan kami dalami. Info dari siapapun tentu jadi masukan. Kami akan dalami akan cermati, kami pelajari,' kata Kabag Penum, Kombes Pol Martinus Sitompul, Kamis (16/3).

Martinus menyatakan, hingga saat ini nama perusahaan Andi Narogong tidak ada yang ikut lelang. Martinus menyampaikan, dalam proses lelang siapapun dipersilahkan ikut ambil bagian. Hanya, untuk ikut harus memenuhi persyaratan. 'Kalau perusahaan Andi Narogong lolos, bisa ikut,' kata Martinus.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar