Balada Hukum Habib Rizieq

Minggu, 14 Mei 2017, 15:00:00 WIB - Hukum

Ketua Bantuan Hukum Front (BHF) FPI Jabar Ki Agus Muhammad Choiri menjelaskan kepada media perihal pelimpahan kasus Habib Rizieq di Kejati Jabar Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/5). Tim BHF FPI Jabar mendatangi Kejati Jabar untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tentang pelimpahan berkas perkara Rizieq Shihab dari Polda Jabar ke Kejati Jabar. (ANTARA)

BAKAL DATANG - Sementara itu, kuasa hukum GNPF MUI, Kapitra Ampera, menampik anggapan Rizieq tidak kooperatif dalam kasus 'baladacintarizieq'. Kapitra memastikan Rizieq akan datang dan memenuhi panggilan polisi.

'Dia gentleman, dia strong man. Dia pasti datang asalkan jelas perbuatan yang dituduhkan ke dia. Dugaan perkaranya juga,' ujar Kapitra di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/5).

Soal penjemputan paksa yang akan dilakukan polisi, Kapitra menjelaskan, sah saja jika dua panggilan tidak dipenuhi asalkan ada alasan yang jelas. 'Begini, mekanisme pemanggilan tuh satu kali dipanggil, dia boleh tidak datang. Dua kali dia dipanggil boleh tidak datang. Panggilan ketiga dia dijemput agar datang. Ini sudah berapa kali panggilan? Dua, kan? Lalu diterbitkan lagi panggilan ketiga, dijemput,' jelasnya.

Kapitra mengatakan maksud dari panggilan paksa bukan ditangkap atau ditahan, apalagi kapasitasnya sebagai saksi. 'Nah, sekarang orangnya tidak ada di Indonesia, lalu dipanggil, ya kan. Orangnya tidak ada di Indonesia, orangnya kemarin dipanggil lagi ibadah. Sekarang lagi selesaiin disertasinya. Nanti juga pulang. Nggak dipanggil paksa minggu depan juga pulang,' tambahnya.

Kapitra menerangkan ada alasan yang jelas mengapa Rizieq tidak bisa memenuhi panggilan polisi. Alasan tersebut, menurutnya, dibolehkan oleh undang-undang. 'Jadi begini, ada alasan hukum pembenaran yang dibolehkan di undang-undang, pertama karena dia melaksanakan ibadah, kedua dia mau nungguin anaknya melahirkan. Anaknya melahirkan di Yaman, cucu ketiga. Lalu dia meneruskan studinya. Itu kan dia kapasitasnya sebagai saksi,' ujar Kapitra.

Dia mengatakan semua orang tidak perlu khawatir mengenai keberadaan Rizieq. Dia memastikan pekan depan Rizieq sudah berada di Indonesia. 'Ah, iya pasti. Insyaallah dia pulang,' katanya.

Kapitra juga menegaskan, Habib Rizieq saat ini sedang berada di Malaysia. 'Tentang Habib Rizieq, Habib sekarang lagi di Malaysia,' ujarnya. Menurutnya, Rizieq sedang menyelesaikan program doktornya di salah satu universitas di Malaysia. Rizieq sedang menemui promotor studinya. 'Lagi menyelesaikan program doktornya,' tutur Kapitra.

Selain itu, Kapitra juga berbicara soal Komnas HAM yang sedang melakukan investigasi terkait kriminalisasi ulama. Menurutnya, segala proses yang dilakukan oleh Komnas HAM merupakan wewenang penuh dari lembaga tersebut. 'Komnas HAM melakukan investigasi ada laporan masyarakat tentang kriminalisasi ulama. Lalu komnas HAM membentuk tim pencari fakta. Itu tergantung Komnas HAM, kalau dia mau bawa ke internasional, tentu ke Eropa. Kalau dia mau bawa ke PBB tentu ke Jenewa, Swiss,' tegasnya.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar