Berebut Pengelola Migas di Blok Rokan

Kamis, 18 Mei 2017, 17:11:11 WIB - Ekonomi

Salah satu lapangan minyak di Blok Duri, Riau.


PERSAINGAN BERTAMINA DAN CHEVRON - Hingga saat ini pemerintah belum menetapkan operator Blok Rokan, Riau Sumatera menyusul akan berakhirnya masa kontrak PT Chevron Pacific Indonesia pada September 2021 mendatang.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebut pemerintah masih menimang-nimang calon yang dianggap layak mengelola Blok Rokan pasca kontrak Chevron.

Chevron sendiri telah menyatakan keinginannya untuk melanjutkan kontrak tersebut. Sebelumnya, pada 8 Maret 2017 Presiden Eksplorasi dan Produksi Chevron Asia Pasific Steve W. Green diketahui telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pertemuan itu dalam rangka membahas perpanjangan kontrak blok tersebut.

Menurut Senior Vice President Policy, Government and Public Affairs Chevron Pacific Indonesia, Yanto Sianipar pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kepada pemerintah Indonesia, bahwa Chevron yang telah 90 tahun beroperasi di Indonesia dan ingin meneruskan kerja sama dengan pemerintah.

"Chevron ingin tetap bekerja sama dengan pemerintah untuk menghasilkan energi yang aman, handal dan efisien untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," katanya.


Keinginan yang sama juga disampaikan PT Pertamina. Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengakui, blok Rokan memang menjadi salah satu incaran Pertamina untuk diambil alih. "(Rokan) termasuk salah satu dalam list," katanya.

Menurutnya meski tergolong blok tua, Blok Rokan masih memiliki potensi yang besar. Blok ini bahkan menjadi penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia. Setidaknya Sepanjang kuartal I tahun 2014, produksi minyak dari blok ini mencapai 230.170 barel per hari (bph).

Untuk itu Pertamina berusaha meyakinkan pemerintah untuk memberikan hak kelola blok tersebut. Salah satunya dengan menjaga tingkat produksi minyak dan gas bumi (migas) agar tidak turun.

"Dengan menjaga tingkat produksi, maka harapannya pemerintah percaya Pertamina sanggup mengelola blok itu," ujarnya Syamsu. (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar