PT Waskita Karya (Persero) Tbk, berencana menjual ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)  seksi 1B dan 1C: Cipinang Melayu (Jakarta Timur)-Jakasampurna (Bekasi Barat) sepanjang kurang lebih 8 kilometer (km), begitu diresmikan pengoperasiannya, alasannya agar Waskita dapat membangun jalan tol lainnya.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) akhirnya rampung dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (3/11) pagi. Pembangunan jalan tol yang menghubungan Bekasi dan Jakarta itu pembangunannya sempat mangkrak hingga 21 tahun lamanya.

Jalan Tol Becakayu Seksi 1B dan 1C: Cipinang Melayu (Jakarta Timur)-Jakasampurna (Bekasi Barat) sepanjang kurang lebih 8 kilometer (km). Peresmian ditandai dengan dibunyikannya sirine dan penandatanganan prasasti. Presiden Jokowi yang didampingi sejumlah menteri, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Wagub Jabar Deddy Mizwar sempat berjalan kaki meninjau ruas Tol Becakayu baru tersebut.

Presiden mengatakan dengan diresmikannya penggunaan Tol tersebut akan mengurai kemacetan yang telah bertahun-tahun terjadi disekitar kawasan tersebut. Nantinya, lanjut Presiden, pembangunan jalan tol ini akan diteruskan ke Tambun (Bekasi).

"Nanti akan diteruskan sehingga akses dari Jakarta menuju ke Bekasi itu akan semakin lancar," ujar Presiden Jokowi kepada wartawan usai peresmian Tol Becakayu Seksi 1B dan 1C, seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden meminta agar ruas jalan tol Becakayu yang belum dibangun segera diteruskan. Soal pembebasan tanah, Presiden optimistis akan selesai, sebagaimana ruas jalan Seksi 1B dan 1C, yang dulu juga tidak ada.

"Saya kira kita jalan terus. Percayalah, kita ikuti terus ini. Dulu, tiga  tahun yang lalu  pada enggak percaya bahwa ini rampung, kan rampung sudah," ujar Presiden.

Kehadiran Tol Becakayu diyakini akan menambah kapasitas dan pilihan para pengguna jalan, serta membuat jarak tempuh perjalanan menjadi jauh lebih cepat. Apabila selama ini waktu tempuh dari Kota Bekasi menuju Jakarta sekitar 2 jam perjalanan, dengan dioperasikannya Tol Becakayu diperkirakan akan mempersingkat waktu tempuh menjadi sekitar 1,5 jam perjalanan. Sedang jarak tempuh dari Bekasi ke Kampung Melayu diperkirakan bisa dilalui dalam waktu 30 menit.

Tol Becakayu juga akan memperlancar lalu lintas kendaraan logistik menuju Karawang, Cibitung, dan Bandung, karena kendaraan tidak perlu lagi melewati tengah kota. Tapi bisa langsung melalui Jalan Tol Wiyoto Wiyono dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR). Untuk sementara, pengguna jalan tol Becakayu tidak dipungut biaya alias gratis karena besaran tarif masih dalam pembahasan pihak terkait.

LANGSUNG DIJUAL-  Namun Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang baru diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini rencana bakal langsung dijual kepihak swasta.


"Ruas tol Becakayu kalau ada yang minat, cocok harganya, saya jual. Langsung dijual," ujarnya di lokasi proyek.

Menurut Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M Choliq, tol yang lalu lintas hariannya diperkirakan sebanyak 22.500 kendaraan ini diminati oleh banyak investor. Terbukti, meski baru beroperasi di seksi 1B dan 1C, tapi ruas tol ini kata dia sudah diminati oleh investor baik dalam maupun luar negeri.

"Ada BUMN, ada swasta. Ada dalam negeri, dan ada luar negeri, dari Malaysia dan Australia," beber dia.

Choliq menambahkan penjualan tol Becakayu ini sebagai cara Perseroan untuk mendapatkan pendanaan untuk membangun ruas-ruas tol lainnya yang tengah dan akan dibangun oleh Waskita.

"Supaya bisa bangun (tol) lagi," katanya usai peresmian tol Becakayu di Bekasi, Jumat (3/11/2017).

Dalam hal ini Waskita akan melepas kepemilikan saham yang ada pada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM). Lewat skema ini, Perseroan berharap bisa mengurangi rasio utang terhadap modal yang dimiliki, sehingga perusahana bisa tetap sehat dalam menjalankan proyek-proyek yang dimiliki.

"Kalau pinjaman kan salah satu sumber. Rasio antara pinjaman dengan modal sendiri enggak boleh terlalu tinggi. Kalau saya tetap ingin tumbuh besar dan bangun banyak, maka perlu duit banyak. Sekuritisasi itu kan utang, padahal harus dijaga perbandingan utang dengan modal sendiri," tandasnya. (dtc/rm)