Ekonomi Sedikit Membaik Jauh dari Meroket

Kamis, 15 Oktober 2015, 13:33:00 WIB - Ekonomi

Presiden Jokowi (tengah) berjalan bersama Menteri Desa Marwan Jafar (ketiga kanan) usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah infrastruktur di Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (8/10). Pembangunan infrastruktur tersebut biayanya bersumber dari dana desa. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kondisi perekonomian Indonesia belum menunjukkan perbaikan berarti. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya pernah memprediksi perekonomian bakal meroket mulai September ini.

"Mulai agak meroket September, Oktober. Nah, pas November itu bisa begini (tangan menunjuk ke atas)," kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (5/8/).

Mengutip data Badan Pusat Statistik terbaru pada September 2015, nilai ekspor Indonesia tercatat mencapai US$ 12,53 miliar, turun 17,98% dibandingkan September 2014. Sementara impor turun 25,95%. Kabar baiknya neraca perdagangan Indonesia surplus.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin mengatakan bila dibandingkan Agustus 2015, nilai ekspor Indonesia turun 1,55%. "Ada perbedaan September dan Agustus. September 30 hari, Agustus 31 hari. Ekspor dan impor signifikan, satu hari juga, penurunan ini belum berarti terjadi penurunan yang signifikan," katanya, Kamis (15/10).

Sementara total ekspor Januari-September 2015 adalah US$ 115,07 miliar, turun 13,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor non migas pada Januari-September 2015 US$ 100,7 miliar, turun 7,87% dibandingkan September 2014.



Ekspor terbesar adalah lemak dan minyak nabati, senilai US$ 14,96 miliar. Sementara penurunan ekspor terbesar adalah bahan bakar mineral, yang turun 22,48% menjadi US$ 12,5 miliar.

Untuk impor, nilai impor Indonesia pada September adalah US$ 11,51 miliar, turun 25,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara dibandingkan Agustus 2015 turun 7,16%.

Impor migas turun 9,92%, dari US$ 2,11 miliar menjadi US$ 1,99 miliar di September 2015. Untuk impor non migas turun 6,82% menjadi US$ 9,6 miliar.

Lewat hasil ini, maka neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 1,02 miliar di September 2015. Suryamin mengatakan, surplus neraca perdagangan di September ini merupakan yang terbesar keempat, Juli US$ 1,38 miliar, Mei US$ 1,08 miliar, Maret US$ 1,03 miliar dan September surplus US$ 1,02 miliar. Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2015 nilai surplus neraca perdagangan Indonesia adalah US$ 7,13 miliar.

Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar