Kesenian Genye Turut Memperkenalkan Purwakarta

Kesenian  itu dinamakan Genye singkatan dari Gerakan Nyere (sapu lidi), bentuk dan tampilannya mirip orang-orangan sawah (bebegig).

Post Image

Seniman-seniman Purwakarta menciptakan kesenian masa kini yang diilhami latar kehidupan masyarakat tradisional sekitar Purwakarta. Kesenian  itu dinamakan Genye singkatan dari Gerakan Nyere (sapu lidi), bentuk dan tampilannya mirip orang-orangan sawah (bebegig).

Bahan-bahan yang digunakan juga terdiri dari alat-alat sederhana seperti sapu lidi, ayakan, ijuk  dan anyaman daun pandan. Kesenian ini terdiri dari 3 unsur seni yaitu seni rupa, seni musik, dan seni tari. Benda-benda itu disusun hingga menyerupai orang, ada bagian kepala,  tangan, dada hingga bokong.

Bagian kepada terbuat dari ayakan kecil dengan rambut dari sapu lidi dan ijuk. Sedangkan bagian badannya atau bagian perut dibuat dari ayakan yang lebih besar. Bagian pinggang dibuat dari anyaman  yang bagian bawahnya sengaja dirumbaikan menyerupai bagian rok perempuan. Sementara bagian tangan dan jari-jarinya  dibuat dari merang padi, yang diberi  mirip tuding tangan wayang golek. Agar bisa berdiri tegak bagian bawahnya diri penyangga dari sebatang bambu.

Kesenian ini sangat menonjolkan unsur artistiknya karena begitu unik yang mengedepankan unsur tradisional dan anak - anak yang bermandikan lumpur yang menggambarkan daerah plered sebagai sentra keramik.

Sementara sapu lidi adalah simbolisme upaya membersihkan diri dan hati baik dari sikap iri, dengki atau menuduh dan fitnah kepada orang lain. Ayakan atau saringan simbolisme dari usaha menahan diri untuk mengeluarkan ucapan yang buruk, "kudu diayak heula". Dan aseupan bentuknya yang lancip simbolisme ketauhidan kepada Tuhan.

Sedang untuk jenis musik yang mengiringi kesenian Genye ini adalah jenis musik perkusi, seperti bedug, dog dog, timbalis, genjring, terompet, dan goong. Alat musik yang digunakan bisa bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan pertunjukan.

Tarian  yang dibawakan adalah tari kontemporer yang membentuk gerakan dan pola yang dibuat sesuai kebutuhan pertunjukan. Penari Genye memiliki ciri khas yaitu menari menggunakan sapu lidi (nyere) dan kostum yang mengedepankan unsur tradisional. Jumlah penarinya disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan, bisa 3 orang, 9 orang, atau hingga 25 orang. Pertunjukan Kesenian Genye biasanya ditampilkan pada momen karnaval atau oleh masyarakat Jawa Barat lebih dikenal dengan Helaran. Serta dipertunjukkan dipanggung , sehingga jumlah pemain dan kemasannya bisa berubah - ubah.

Kesenian  Genye selalu dipertunjukkan dengan menyertakan anak-anak yang badannya dilumuri tanah. Seperti penampilan dalam beberapa pertunjukan, diantaranya  saat hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor yang ke 553. Kesenian ini sempat memukau pengunjung yang memadati carnaval. Kesenian Genye menjadi salah satu ikon budaya yang turut memperkenalkan kabupaten Purwakarta.