- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
4 ungkapan wanita tentang pria loyo di ranjang
Hubungan seks yang sehat bisa berawal dari lancarnya komunikasi yang terjalin antara anda dan pasangan. Jika anda berharap seks dahsyat bersama pasangan, jangan takut untuk menjalin komunikasi.
Berita terkait :
WANITA kadang bisa melontarkan ucapan menohok, terutama terkait kemampuan pasangannya saat beraksi di atas ranjang. Patut diketahui, beragam alasan dikeluarkan perempuan sebagai bentuk penolakannya melakukan hubungan intim.
Laman mademan.com menuliskan, jika si dia melontarkan empat kata di bawah ini, itu artinya anda adalah seorang pejantan yang payah;
"Sayang, aku lelah"
Tak ada istilah terlalu capek untuk sekadar merebahkan punggung di atas ranjang. Apabila si dia melontarkan argumen itu, artinya performa anda untuk urusan ranjang begitu mengecewakan.
Kepuasan seks akan mengantarkannya pada mimpi indah. Alih-alih melakukan aktivitas bercinta, pasangan anda lebih memilih untuk langsung tidur. Itu artinya anda tak mampu memuaskannya.
"Pusing"
Ini adalah senjata si dia untuk menolak secara halus. Pasalnya, sudah banyak riset yang menyebutkan bahwa kenikmatan puncak yang dirasakan pascaorgasme hebat terbukti ampuh menyembuhkan sakit kepala. Pastinya, si dia juga paham tentang fakta empirik tersebut.
Jawaban paling logis mengapa sakit kepala menjadi alasan penolakannya karena si dia sudah menebak bahwa anda takkan mampu memberinya kepuasan.
Jika argumen ini terlontar dari bibirnya, mungkin anda perlu mengambil langkah drastis. Sudah saatnya anda menggali berbagai panduan, mulai dari beragam literatur atau mengikuti kelas khusus untuk 'mengobati' dahaganya akan kepuasan seks yang tak didapat. Intinya, jangan biarkan alasan 'sakit kepala' menghalangi perburuan anda berdua untuk mereguk kenikmatan ranjang.
"Ummm, gak asyik"
Percaya atau tidak, tak sedikit wanita tak dapat menikmati ketika pasangannya 'menyapa' organ intimnya yang tersembunyi nun di bawah sana. Jika si dia mengeluhkan hal itu, bukan berarti tertutup peluangnya mengejar kenikmatan dari servis yang anda berikan. Itu hanya sinyal bahwa anda tak mampu menjangkau titik-titik yang membangkitkan erotisme pasangan.
Pernah mendengar ada pria menghindari layanan felatio (seks oral)? Tidak pernah bukan? Begitu pun yang situasi yang dialami pasangan anda. Hanya saja, kombinasi kecupan, jilatan, atau gigitan halus yang tidak tepat hanya akan mendatangkan bencana dan ketidaknyamanan bagi si dia.
Akibatnya, si dia akan memilih untuk menghindari aktivitas pembangkit syahwat itu. Ada solusinya. Mulailah dengan menanyakan, di bagian intim yang mana servis oral itu bisa anda berikan. Atau, anda bisa juga memintanya untuk memandu ke arah yang benar.
"...."
Tak ada kata yang terucap. Yap. Sebab tak semua wanita bisa dengan mudah mengatakan apa yang diinginkannya dari pasangan saat bergoyang di ranjang.
Sebaliknya, tak sedikit perempuan yang akan begitu ekspresif mengutarakan keinginannya tentang seks.
Untuk tipikal perempuan yang tidak ekspresif itu, anda harus lebih peka dalam memerhatikan bahasa tubuhnya. Desahan lirih adalah sinyal yang positif. Setiap gerakan ritmis pada bagian tertentu tubuhnya juga menjadi indikasi yang baik. Bahkan, getaran kaki, puting yang mengeras atau wajah yang memerah adalah sinyal bahwa dia tengah menggapai puncak gairah, meski mulutnya terkunci.
Hubungan seks yang sehat bisa berawal dari lancarnya komunikasi yang terjalin antara anda dan pasangan. Jika anda berharap seks dahsyat bersama pasangan, jangan takut untuk menjalin komunikasi.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus