Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Wartawati jadi target pembunuhan kartel narkoba

Dalam waktu kurang dari dua bulan, dua perempuan wartawan yang meliput kekerasan terkait narkoba tewas di Meksiko. Kedua wartawati yang bernasib naas tersebut adalah Yolanda Ordaz, reporter koran Notiver yang terbit di Vera Cruz dan Maria Elisabeth Macias Castro, reporter koran regional Primera Hora yang berbasis di Nuevo Laredo di utara Meksiko, dekat perbatasan dengan AS.

Editor : M. Achsan Atjo (atjo@gresnews.com)

María Elisabeth Macías Castro (Foto: womennewsnetwork.net)

Mexico City - Dalam waktu kurang dari dua bulan, dua perempuan wartawan yang meliput kekerasan
terkait narkoba tewas di Meksiko.

Kedua wartawati yang bernasib naas tersebut adalah Yolanda Ordaz, reporter koran Notiver yang
terbit di Vera Cruz dan Maria Elisabeth Macias Castro, reporter koran regional Primera Hora yang
berbasis di Nuevo Laredo di utara Meksiko, dekat perbatasan dengan AS.

Macias, 39, diduga dibunuh akibat upayanya mempublikasikan peredaran narkoba melalui media online. Tindakan itu harus dibayar mahal dengan nyawanya setelah kartel melakukan tindakan balasan dengan membunuh sang wartawati.

Wartawati bernyali ini juga aktif mempublikasikan beritanya via Twitter sekaligus mengirimkan info penting bagi publik untuk melawan kejahatan terorganisir.

Dia pun tidak sungkan menyebut kartel narkoba berinisial Z yang dikenal sebagai Los Zetas. Kartel ini dikenal sebagai salah satu kartel paling aktif yang bermarkas di utara negara bagian Tamaulipas.

Jurnalis perempuan
Kekerasan terhadap jurnalis perempuan di di Meksiko mencerminkan dominasi kekuatan korup, sebagai kekerasan yang berkelanjutan terhadap pers Meksiko.

"Kekerasan terhadap pers Meksiko telah menghancurkan hak kebebasan berekspresi publik," kata Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang merilis laporan tentang kekerasan terhadap wartawan di Meksiko.

"Ini krisis nasional yang menuntut respon negara," kata CPJ dalam siaran persnya seperti dilansir womennewsnetwork.net.

Upaya publikasi CPJ membuahkan hasil setelah mempublikasikan berita pembunuhan Macias melalui internet ke seluruh dunia, UNESCO mengutuk pembunuhan wartawati tersebut dan menuntut "tindakan mendesak untuk menghentikan kekerasan terhadap jurnalis di Meksiko."

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!