- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Wartawati jadi target pembunuhan kartel narkoba
Dalam waktu kurang dari dua bulan, dua perempuan wartawan yang meliput kekerasan terkait narkoba tewas di Meksiko. Kedua wartawati yang bernasib naas tersebut adalah Yolanda Ordaz, reporter koran Notiver yang terbit di Vera Cruz dan Maria Elisabeth Macias Castro, reporter koran regional Primera Hora yang berbasis di Nuevo Laredo di utara Meksiko, dekat perbatasan dengan AS.
Berita terkait :
Mexico City - Dalam waktu kurang dari dua bulan, dua perempuan wartawan yang meliput kekerasan
terkait narkoba tewas di Meksiko.
Kedua wartawati yang bernasib naas tersebut adalah Yolanda Ordaz, reporter koran Notiver yang
terbit di Vera Cruz dan Maria Elisabeth Macias Castro, reporter koran regional Primera Hora yang
berbasis di Nuevo Laredo di utara Meksiko, dekat perbatasan dengan AS.
Macias, 39, diduga dibunuh akibat upayanya mempublikasikan peredaran narkoba melalui media online. Tindakan itu harus dibayar mahal dengan nyawanya setelah kartel melakukan tindakan balasan dengan membunuh sang wartawati.
Wartawati bernyali ini juga aktif mempublikasikan beritanya via Twitter sekaligus mengirimkan info penting bagi publik untuk melawan kejahatan terorganisir.
Dia pun tidak sungkan menyebut kartel narkoba berinisial Z yang dikenal sebagai Los Zetas. Kartel ini dikenal sebagai salah satu kartel paling aktif yang bermarkas di utara negara bagian Tamaulipas.
Jurnalis perempuan
Kekerasan terhadap jurnalis perempuan di di Meksiko mencerminkan dominasi kekuatan korup, sebagai kekerasan yang berkelanjutan terhadap pers Meksiko.
"Kekerasan terhadap pers Meksiko telah menghancurkan hak kebebasan berekspresi publik," kata Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang merilis laporan tentang kekerasan terhadap wartawan di Meksiko.
"Ini krisis nasional yang menuntut respon negara," kata CPJ dalam siaran persnya seperti dilansir womennewsnetwork.net.
Upaya publikasi CPJ membuahkan hasil setelah mempublikasikan berita pembunuhan Macias melalui internet ke seluruh dunia, UNESCO mengutuk pembunuhan wartawati tersebut dan menuntut "tindakan mendesak untuk menghentikan kekerasan terhadap jurnalis di Meksiko."


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus