- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Ibu waspadalah! Arena bermain anak di mal abaikan keselamatan
Banyak pusat perbelanjaan seperti mal, kini menawarkan arena bermain bagi anak. Secara kasat mata, arena bermain anak di sejumlah mal di ibu kota terlihat tidak bermasalah. Namun, jika diteliti secara seksama, ternyata banyak permainan anak di mal yang tidak memenuhi standar sehingga dapat membahayakan pengunjungnya.
Berita terkait :
Jakarta - Banyak pusat perbelanjaan seperti mal, kini menawarkan arena bermain bagi anak. Secara kasat mata, arena bermain anak di sejumlah mal di ibu kota terlihat tidak bermasalah. Namun, jika diteliti secara seksama, ternyata banyak permainan anak di mal yang tidak memenuhi standar sehingga dapat membahayakan pengunjungnya.
Dari 10 pusat perbelanjaan di Jakarta yang diteliti oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), beberapa diantaranya mengabaikan indikator keamanan, kenyamanan, dan keselamatan konsumen.
Ketua YLKI, Sudaryatmo mengatakan, sesuai UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan, konsumen berhak mendapatkan hak informasi, keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan jasa.
"Observasi ini kita ambil di masing-masing wilayah sebanyak dua mal," ujar Sudaryatmo, Selasa (14/2).
Kriteria lain yang disurvei oleh YLKI diantaranya, pencantuman informasi penggunaan permainan, informasi peringatan selama di arena bermain, informasi mengenai pendampingan anak, fisik permainan yang tidak bagus dan tidak terawat, kebersihan, serta luas arena bermain.
Sudaryatmo mengaku telah melaporkan hasil observasi ini kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta.
"Kita sudah laporkan hasil observasi ini agar bisa ditindaklanjuti," ungkapnya seperti dilansir beritajakarta.com.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus