- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Perkosaan marak, negara gagal lindungi perempuan
"Kami mengutuk keras kejahatan perkosaan ini dan menuntut pertanggungjawaban negara atas ketidakmampuannya melindungi warga perempuan sebagaimana amanat konstitusi 1945 dan berbagai konvensi serta UU RI," kata Koordinator FKP, Firziana
Berita terkait :
Jakarta - Forum Keadilan Perempuan (FKP) menyatakan keprihatinan atas maraknya peristiwa pemerkosaan yang dialami perempuan di angkutan umum dan tempat lainnya.
"Kami mengutuk keras kejahatan perkosaan ini dan menuntut pertanggungjawaban negara atas ketidakmampuannya melindungi warga perempuan sebagaimana amanat konstitusi 1945 dan berbagai konvensi serta UU RI," kata Koordinator FKP, Firziana, di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (13/2).
Menurut Firziana, setidaknya telah terjadi 68 kasus pemerkosaan di wilayah Jabodetabek sepanjang 2011 kemarin. Dari jumlah tersebut, ada enam kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum.
"Ini membuktikan bahwa tubuh perempuan adalah target kekerasan yang paling mudah. Sayangnya respons masyarakat secara umum justru menyalahkan korban dengan alasan berpakaian ketat dan minim, keluar malam dan kemiskinan sehingga mengundang pelaku kejahatan," kata Firziana.
Faktanya, lanjut Firziana banyak perkosaan terjadi lintas kelas, dan tidak terbatas pada usia atau karena pakaian tertentu.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus