- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Polisi cuek, korban pelecehan seksual raih keadilan di YouTube
Dalam waktu singkat, Pastelin punya ribuan penayangan video YouTube dan retweets banyak mendatangkan ribuan komentar di kedua media sosial tersebut. Saat ini, video Pastelin telah ditonton oleh 321.457 orang (views) dan pelaku pelecehan sedang diselidiki polisi, padahal Pastelin tidak memintanya. Namun caci maki publik terhadap polisi Meksiko memaksa mereka bertindak.
Berita terkait :
Mexico City - Diabaikan oleh kepolisian Meksiko setelah melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya. Nancy Rojas Pastelin mengunggah kisahnya ke media sosial YouTube, Twitter dan Facebook sehingga memaksa aparat setempat untuk menangani kasus hukum tersebut.
Polisi ibu kota Meksiko dikenal sangat bergantung pada kepentingan penguasa dan pemilik modal dan kerap mengabaikan hak publik, khususnya kaum perempuan. Namun langkah Pastelin mengubah mindset publik untuk 'mempermalukan' institusi kepolisian melalui media sosial.
Setelah mengekspos kasusnya di internet, Pastelin seorang perancang busana barulah mendapat perhatian yang pantas diterima sebagai seorang pembayar pajak.
Kisah pilu Pastelin bermula pada 22 Januari 2012 ketika ia memutuskan untuk mencari bantuan langsung dari pihak kepolisian guna melaporkan pelaku pelecehan seksual. Alih-alih menerima bantuan yang setimpal dari polisi, dia malah dituding melaporkan sesuatu yang berlebihan.
"Polisi juga bilang, kalau pelaku menyentuh, merangkul dan memeluk hingga memerkosa barulah hal itu dapat ditangani kepolisian," ungkap Pastelin seperti dikutip womennewsnetwork.net.
Upload video
Dalam upaya mendapat perlakuan hukum yang sama, Pastelin memberi judul "Dimana hukum bagi perempuan" untuk video yang diunggah ke YouTube.
Dalam upayanya mendapatkan penonton lebih banyak, Pastelin menempatkan link ke videonya melalui Twitter dan Facebook dan dalam waktu 24 jam dapat mencapai pengikut, teman dan beberapa jurnalis terkenal.
Dalam waktu singkat, Pastelin punya ribuan penayangan video YouTube dan retweets banyak mendatangkan ribuan komentar di kedua media sosial tersebut. Saat ini, video Pastelin telah ditonton oleh 321.457 orang (views) dan pelaku pelecehan sedang diselidiki polisi, padahal Pastelin tidak memintanya. Namun caci maki publik terhadap polisi Meksiko memaksa mereka bertindak.
Dua hari setelah kasusnya menyebar ke seluruh dunia melalui media sosial, Pastelin pun langsung ngetop. Media massa, organisasi perempuan dan LSM HAM menghubunginya untuk memberi dukungan sesuai kapasitasnya.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus