Mereka menolak pemberlakuan mekanisme pemilihan kepada daerah oleh DPRD yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah yang sudah disetujui DPR pada 26 September lalu.

Aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia berunjuk rasa dengan melakukan aksi teatrikal menolak pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/9). Dalam kesempatan itu mereka memajang karangan bunga bertuliskan "Turut berbelasungkawa atas tewasnya demokrasi Indonesia" yang diberi gambar topeng Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sembari melakukan aksi semacam orang sedang melakukan tahlilan. Mereka menolak pemberlakuan mekanisme pemilihan kepada daerah oleh DPRD yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah yang sudah disetujui DPR pada 26 September lalu. (Edy Susanto/Gresnews.com)