Jangka Waktu Pemeriksaan Permohonan Cerai di Pengadilan Agama

Senin, 26 Juni 2017, 07:00:00 WIB - Tips

Ilustrasi pengurusan perceraian (ANTARA)

Pengadilan Agama merupakan salah satu peradilan yang ada di Indonesia yang khusus menyelesaikan permasalahan hukum yang beragama Islam. Sengketa tersebut diantaranya seperti sengketa perkawinan, warisan, wasiat, dan hibah dilakukan berdasarkan hukum Islam. Nah, cerai termasuk dalam sengketa perkawinan, yang dalam hal ini pengadilan agama berwenang mengadilinya.

Dalam sistem peradilan tersebut dikenal dengan 2 (dua) istilah yakni cerai talak dan cerai gugat. Arti cerai talak adalah permohonan seorang suami yang beragama Islam yang akan menceraikan istrinya. Sedangkan cerai gugat adalah permohonan perceraian yang diajukan oleh istri kepada suami.

Dalam hal tersebut diatas harus diajukan kepada pengadilan agama. Hakim yang mengadili permohon cerai talak atau cerai gugat memiliki kewajiban untuk menyelesaikan masalah perceraian tersebut dengan jangka waktu 30 (tiga puluh hari).

Hal tersebut di atas sebagaimana diatur dalam Pasal 80 Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, yang menyatakan bahwa pemeriksaan gugatan perceraian dilakukan oleh Majelis Hakim selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah berkas atau surat gugatan perceraian didaftarkan di Kepaniteraan.

Komentar