Mengenal Lembaga Arbitrase

Kamis, 18 Mei 2017, 07:00:00 WIB - Tips

Ilustrasi putusan arbitrase (Dok. Istimewa)

Lembaga arbitrase merupakan badan yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu. Lembaga tersebut juga dapat memberikan pendapat yang mengikat mengenai suatu hubungan hukum tertentu dalam hal belum timbul sengketa.

Pada umumnya lembaga abitrase menyelesaikan sengketa di bidang perdagangan dan mengenai hak yang menurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa. Putusan arbitrase bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum tetap dan mengikat para pihak.

Di Indonesia lembaga abitrase dikenal dengan Badan Abitrase Nasional Indonesia (BANI). Dalam hal para pihak telah menyetujui bahwa sengketa di antara mereka akan diselesaikan melalui Arbitrase, maka diangkatlah arbiter. Arbiter adalah seorang atau lebih yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa atau yang ditunjuk oleh Pengadilan Negeri atau oleh lembaga arbitrase, untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu yang diserahkan penyelesaiannya melalui arbitrase.

Syarat menjadi arbiter adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, menyatakan bahwa yang dapat ditunjuk atau diangkat sebagai arbiter harus memenuhi syarat:

a. Cakap melakukan tindakan hukum.
b. Berumur paling rendah 35 tahun.
c. Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan salah satu pihak bersengketa.
d. Tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan lain atas putusan arbitrase; dan
e. Memiliki pengalaman serta menguasai secara aktif di bidangnya paling sedikit 15 tahun.

Komentar