- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Cuaca buruk, puluhan kapal tertahan di Muara Angke
Cuaca buruk yang melanda ibu kota dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir, membuat kapal-kapal baik kapal penumpang maupun tradisional yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke Kali Adem, Penjaringan, Jakarta banyak yang tidak berlayar. Alhasil, kondisi tersebut dikeluhkan para penumpang yang hendak menuju Kepulauan Seribu maupun sebaliknya.
Berita terkait :
Jakarta - Cuaca buruk yang melanda ibu kota dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir, membuat kapal-kapal baik kapal penumpang maupun tradisional yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke Kali Adem, Penjaringan, Jakarta banyak yang tidak berlayar. Alhasil, kondisi tersebut dikeluhkan para penumpang yang hendak menuju Kepulauan Seribu maupun sebaliknya.
Uktama, 40, warga RT 001/03 Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribuutara menuturkan, kondisi cuaca buruk yang terjadi menyulitkan dirinya untuk menuju Pulau Seribu menggunakan kapal penumpang.
"Karena ombak tinggi, perjalanan kapal yang saya tumpangi menuju Pulau Kelapa batal dan terpaksa kembali ke Muara Angke. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu," kata Uktama, Jumat (3/2).
Anggota Lalu Lintas Angkutan Laut Syahbandar, Herwanto mengakui, sejak berlangsung cuaca buruk dalam dua bulan terakhir, kapal-kapal penumpang maupun tradisional yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke banyak yang urung berlayar. Para pemilik kapal tidak ingin mengambil risiko dengan tetap memberangkatkan kapal miliknya karena cuaca buruk yang terjadi.
"Kami juga mengeluarkan larangan berlayar saat ketinggian ombak mencapai lima meter. Namun, saat ketinggian ombak normal, tentu mereka kami perbolehkan berlayar. Kebanyakan kapal-kapal yang diberangkatkan menuju Pulau Pramuka, Pulau Tidung, dan Pulau Kelapa," ungkapnya.
Kordinasi BMKG
Sedangkan saat kondisi cuaca normal, diungkapkan Herwanto, pihaknya memberangkatkan kapal-kapal itu dua kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Namun, saat berlangsung cuaca buruk, dalam seminggu bisa dua atau tiga hari saja kapal-kapal tersebut diberangkatkan.
"Kalau sedang cuaca buruk, dalam seminggu paling dua atau selama tiga hari saja kami memberangkatkan kapal-kapal itu untuk berlayar. Pokoknya tergantung cuaca," katanya.
Pelabuhan Muara Angke sendiri, lanjut Herwanto, terdapat 8 kapal penumpang dan belasan kapal tradisional yang siap diberangkatkan ke sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Kapal-kapal tersebut dapat menampung penumpang hingga 200 orang.
"Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG mengenai ketinggian gelombang laut, sehingga kami mengetahui kondisi di lautan," tandasnya seperti dikutip beritajakarta.com.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus