Ini dia 10 mal yang diobservasi YLKI terkait keselamatan anak

Rabu, 15 Februari 2012 , 07:00:00 WIB - Sosial

Ini dia 10 mal yang diobservasi YLKI terkait keselamatan anak
Foto: indocashregister.com

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan 10 pusat perbelanjaan (mal) yang mengabaikan indikator keamanan, kenyamanan dan keselamatan konsumen khususnya pada arena bermain anak.

Ketua YLKI, Sudaryatmo mengatakan, sesuai UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan, konsumen berhak mendapatkan hak informasi, keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan jasa.

Mengacu pada ketentuan tersebut, YLKI telah melakukan observasi pada 10 mal. "Observasi ini kita ambil di masing-masing wilayah sebanyak dua mal," ujar Sudaryatmo, Selasa (14/2).

ke-10 mal yang diobservasi YLKI adalah Mal Of Indonesia (MOI), Mal Artha Gading, Central Park, Ciputra Mal, Tamini Square, Cibubur Junction, Pondok Indah Mal, Pasar Raya Manggarai, Senayan City dan Plaza Atrium. Observasi sendiri dilakukan pada 19-20 November 2011.

"Dari hasil observasi yang dilakukan, masing-masing mal ada kekurangan, salah satunya yakni tidak mencantumkan informasi batas usia, tidak menata kabel dengan baik, serta tidak menyediakan sabuk pengaman," katanya.

Kriteria lain yang disurvei oleh YLKI di antaranya pencantuman informasi penggunaan permainan, informasi peringatan selama di arena bermain, informasi mengenai pendampingan anak, fisik permainan yang tidak bagus dan tidak terawat, kebersihan, serta luas arena bermain.

Perhatian orangtua
Untuk itu, pihaknya berharap, agar pengelola pusat perbelanjaan lebih memperhatikan faktor keselamatan pengunjung. Salah satunya, terdapat standar untuk permainan di arena bermain anak di luar ruang mal, serta perlu adanya pengawasan bersama antara pengelola mal dengan pelaku usaha arena bermain anak. "Selain itu, orang tua harus lebih selektif dalam memilih arena permainan sesuai dengan umur anak," katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Disparbud DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, dari survei yang dilakukan tersebut hasilnya 80 persen pusat perbelanjaan memenuhi syarat.

"Kita juga ikut dalam survei itu, tidak ada yang membahayakan. Setiap mal memang ada kekurangan tapi tidak membahayakan," kata Arie.

Ia mencontohkan, hanya ada satu mal saja yang tidak menata kabel dengan baik. Sejauh ini, Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) juga ikut memantau mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pengelola. "Mereka punya aturan yang ketata," tandasnya seperti dilansir beritajakarta.com.

Redaktur : M. Achsan Atjo

Become a fan! Email! Linkedin! Follow us! Youtube! Google Plus! Pinterest!

POLLING