- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Pelayanan KTP etnis Cina dijamin setara pribumi
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjamin pelayanan kartu penduduk untuk etnis Cina setara dengan pribumi. Hal itu tercermin dari etnis keturunan Cina Benteng di Kampung Belakang, RT 05/03, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Berita terkait :
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjamin pelayanan kartu penduduk untuk etnis Cina setara dengan pribumi. Hal itu tercermin dari etnis keturunan Cina Benteng di Kampung Belakang, RT 05/03, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Artinya dengan telah berlangsungnya kesamaan untuk menikmati fasilitas yang ada, sudah tidak ada lagi sekat-sekat pemisah antara warga keturunan dengan warga pribumi di Kampung Belakang ini. Menciptakan kebersamaan itu merupakan salah satu kewajiban saya sebagai gubernur, ungkap Fauzi, saat merayakan Imlek bersama ratusan warga keturunan etnis Tionghoa di Kampung Belakang, Senin (23/1).
Kini warga Tinghoa di daerah tersebut, sudah memiliki identitas yang jelas sebagai warga resmi DKI Jakarta dan kartu keluarga (KK), serta juga sudah dapat menikmati pendidikan dengan bersekolah di sekolah negeri, layanan kesehatan dan lainnya.
Sebagai warga keturunan yang sudah beranak cucu tinggal di wilayah tersebut, Fauzi juga sangat berterima kasih kepada mereka. Sebab, keturunan Cina Benteng yang jumlahnya lebih dari 500 KK bukan saja hanya berbaur dengan warga pribumi. Tapi juga sudah banyak yang menikah dengan warga pribumi, sehingga telah tercipta keragaman di daerah tersebut.
Saya sudah lima kali merayakan Imlek di Kampung Belakang. Setiap tahun selalu ada kemajuan. Artinya dengan kondisi itu warga keturunan etnis Tionghoa sudah sejajar dengan pribumi yaitu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Masyarakat etnis Tionghoa dan warga pribumi harus terus menjaga kondisi kerukunan yang telah tercipta ini, ucapnya, dikutip laman beritajakarta.com.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus