Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Pemerintah tambah kapal penyeberangan secara bertahap

"Kebutuhan itu ditentukan oleh rakyat dibawah, bukan pemerintah. Kalaupun pemerintah mengatur dan menentukan rute-rute yang ada, hal itu semata-mata sebagai ancang-ancang untuk proyek berikutnya," jelas Menhub.

Editor : Oki Baren (oki@gresnews.com)

Kapal ro-ro (Foto:bisnis.com)

Jakarta - Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal roll on-roll off (ro-ro) khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat round trip dalam satu lintasan.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, Kementerian Perhubungan setiap tahunnya selalu mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kapal-kapal perintis maupun kapal penyeberangan maupun subsidi untuk operasionalnya.

Menhub menyadari, masih banyak daerah-daerah terpencil yang belum disinggahi oleh kapal-kapal yang sudah beroperasi selama ini. Hal ini karena keterbatasan kapal yang ada. Tapi ke depan daerah-daerah tersebut harus disinggahi. "Meski satu pulau itu hanya 100 kepala keluarga, mereka juga rakyat kita yang tetap harus diberikan pelayanan, manusia yang harus dimanusiakan," kata Menhub, saat penyerahan dan peresmian operasional KM Sabuk Nusantara 29 di pelabuhan Jayapura Selasa (7/2).

Disamping itu, keberadaan kapal perintis ini dalam rangka menciptakan konektivitas antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Untuk itu pengaturan kapal-kapal perintis disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sedangkan pemerintah pusat hanya melakukan pengaturan agar kapal perintis yang satu terhubung dengan kapal yang lainnya. "Kebutuhan itu ditentukan oleh rakyat dibawah, bukan pemerintah. Kalaupun pemerintah mengatur dan menentukan rute-rute yang ada, hal itu semata-mata sebagai ancang-ancang untuk proyek berikutnya," jelas Menhub, dikutip dephub.go.id.

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!