Penyelundupan Gading Gajah Marak, Aparat Diminta Tegas

Jum'at, 19 Mei 2017, 19:00:00 WIB - Sosial

apolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani (tengah) dan Irwasda Kombes Pol Mukhlis (kiri), didampingi beberapa pejabat terkait menunjukkan barang bukti gading gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) hasil pengungkapan kasus saat rilis di Mapolda Jambi, Rabu (19/4). Aparat Kepolisian setempat bersama BKSDA daerah itu berhasil menggagalkan transaksi jual-beli gading gajah Sumatera di salah satu jalan di Kota Jambi dan menangkap tiga tersangka, masing-masing AH (32), M (55), dan MK (61) dengan barang bukti tiga buah gading dengan panjang 105 cm sampai 127 cm dan berat 8 kg sampai 9,2 kg. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - WWF Indonesia menegaskan dukungannya atas penindakan hukum yang dilakukan Balai Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (Gakkum) wilayah Kalimantan terhadap pelaku penyelundupan gading gajah di Nunukan, Kalimantan Utara. Seperti diketahui, pada tanggal 13 Januari 2017 lalu, pihak Gakkum LH wilayah Kalimantan berhasil menggagalkan upaya penyeundupan 5 potong gading gajah bersama pihak Bea dan Cukai pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Gading gajah tersebut diselundupkan oleh seorang perempuan yang berinisial MRA dari Tawau, Malaysia hendak dibawa ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya tanggal 3 Mei 2017 Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda dan Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Kalimantan didukung oleh Satreskrim Polres Nunukan berhasil menangkap tersangka pemilik gading gajah tersebut dan kemudian tanggal 4 Mei 2017 dilakukan penahanan.

Dari situs resmi Bea Cukai Nunukan, penyelundupan gading gajah baru-baru ini juga terjadi lagi, tepatnya pada tanggal 13 Mei 2017. Petugas Bea Cukai di pelabuhan Tunon Taka Nunukan berhasil mengamankan seorang pria berinisial FLM yang menyelundupkan 4 buah gading gajah yang hendak dibawa ke Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Manager Program East And North Kalimantan WWF Indonesia Wiwin Effendy mengatakan, pihaknya menyayangkan kejadian penyelundupan gading gajah yang berulang dalam waku dekat itu. "Kami memberi apresiasi kepada petugas Bea Cukai Tunon Taka yang telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan gading gajah tersebut. WWF Indonesia mendukung penuh petugas yang berwenang dalam hal ini BKSDA Kaltim, Balai Gakkum Kalimantan dan Kepolisian untuk memproses hukum pelaku," kata Wiwin, dalam pernyataan tertulis yang diterima gresnews.com, Jumat (19/5).

WWF Indonesia merupakan salah satu lembaga yang selama ini terlibat dalam upaya konservasi Gajah Kalimantan. "Bersama para pihak baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta mitra kerja lainnya terus berupaya untuk melestarikan Gajah Kalimantan," tegasnya.

Penindakan hukum yang tegas, menurut Wiwin, perlu dilakukan untuk memberi efek jera kepada para pelaku dan menjadi pembelajaran bersama bahwa membawa, menyimpan atau memperdagangkan gading gajah merupakan perbuatan yang melanggar hukum UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Pelaku dapat dikenakan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal 100 juta rupiah," tegasnya.

Wiwin menilai, jika penyelundupan gading gajah kian marak terjadi di Malaysia maka dapat berpotensi perburuan dapat masuk ke wilayah Kalimantan. Dari hasil studi WWF-Indonesia diketahui bahwa di Kabupaten Nunukan terdapat jumlah individu Gajah Kalimantan dengan populasi estimasi 20-80 ekor, sedangkan populasi gajah di wilayah Sabah, Malaysia estimasi lebih dari 1.500 ekor.

Walaupun asal-usul gading gajah yang diselundupkan masih dalam pengembangan kasus, namun, informasi dari Gakkum Kalimantan yang didapat dari keterangan para tersangka gading gajah dibawa dari Sabah, Malaysia. "Saat ini WWF-Indonesia telah berkoordinasi dengan masyarakat di Nunukan, salah satu lokasi habitat gajah, dipastikan bahwa tidak ada indikasi atau ditemukanya aktifitas perburuan gajah di wilayah Nunukan, Kalimantan," ujarnya.

Wiwin menegaskan, WWF meminta kepada Balai Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan wilayah Kalimantan untuk memastikan apakah gading gajah yang diselundupkan berasal dari jenis gajah Borneo (Elephas maximus borneensis) atau Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) atau berasal dari daratan Asia lainnya. "Hal ini dapat dibuktikan dengan uji DNA. tujuannya untuk melihat apakah ada kaitannya dengan sindikat perdagangan internasional dan antisipasi lebih lanjut," pungkasnya.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar