Munculnya nama Sudirman Said sebagai  Calon Gubernur Jawa Tengah yang dideklarasikan partai Gerindra dan didukung kolega koalisinya, seperti PKS dan PAN.  Hal itu membuat partai-partai lain harus berhitung dalam menentukan calon pesaing Sudirman Said.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Munculnya nama Sudirman Said sebagai  Calon Gubernur Jawa Tengah yang dideklarasikan partai Gerindra dan didukung kolega koalisinya, seperti PKS dan PAN.  Hal itu membuat partai-partai lain harus berhitung dalam menentukan calon pesaing Sudirman Said.

Apalagi partai besar seperti PDIP hingga saat ini belum menentukan calonnya untuk maju dalam pilkada Jawa Tengah. Kemungkinan besar PDIP akan kembali mencalonkan Ganjar Pranowo untuk menandingi Sudirman Said. Namun diantara belum diumumkannya kepastian  calon dari partai- partai besar seperti PDIP, membuat partai menengah ambigu menentukan dukungannya.

Namun hal itu tak membuat Partai Menengah seperti halnya PPP harus berpangku tangan. Mereka mulai menggalang Poros Tengah untuk mengajukan alternatif pilihan ketiga  menghadapi pilgub Jawa Tengah 2018, setelah dua jago yang ada yakni Sudirman Said dan Ganjar Pronowo.  

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengakui partainya telah intensif menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol. PPP bersama parpol lain akan menyiapkan sejumlah opsi dan berencana membentuk poros baru di Pilkada Jawa Tengah nanti.

"Kami terus menjalin komunikasi secara intensif dengan semua parpol. Kemarin sudah ketemu dengn Pak Hasto (Sekjen PDIP) dan Pak Idrus (Golkar), semua kita bicarakan, tapi belum final," aku Romi kepada wartawan di RM Madam Tan, Jl Simanjuntak, Yogyakarta.

Romi mengungkapkan pertemuannya dengan PDIP untuk menjalin komunikasi dan penjajakan mengenai calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diajukan PDIP. Namun diakui sampai saat ini PDIP belum mengumumkan siapa yang bakal maju atau mendapat rekomendasi.

"Kami belum tahu, PDIP mungkin baru mengumumkan menjelang batas akhir. Mungkin bisa tanggal 4 Januari 2018 baru diumumkan," ujarnya.


BISA KOALISI GOLKAR DAN DEMOKRAT - Romi megatakan  yang perlu dilakukan sekarang ini adalah memikirkan langkah-langkah alternatif untuk Pilkada Jateng nanti. PDIP tidak lama lagi akan mengumumkan calonnya. Setelah Gerindra sudah memastikan calon Sudirman Said yang juga akan didukung PAN dan PKS. Sehingga jika ada poros tengah, akan ada 3 calon yang maju.

"PPP saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan parpol lain. Kalau nanti PDIP mencalonkan Pak Ganjar, apakah akan dengan Pak Heru wakil sekarang atau lain, sampai sekarang belum tahu siapa wakilnya," ungkap Romi .

"Atau kita mencoba membangun sebuah poros tengah, di luar dua itu," katanya.

Romi mengaku  PPP telah menerima masukan dari para kiai dari majelis yariah PPP di Jawa Tengah terutama untuk mengusung atau mengajukan sendiri sebagai wakil gubernur. "Para kiai sudah memberi masukan, untuk mengajukan sendiri," katanya.

Menurutnya kalau kemudian muncul poros tengah, PPP bisa berkoalisi dengan Partai Golkar, dan Partai Demokrat. Hal itu memungkinkan terbentuknya koalisi poros tengah tersebut.

"Jumlah kursi dari PPP, Golkar, dan Demokrat sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon. Namun semua masih proses dan dibicarakan," tuturnya.

PPP kubu Romahurmuziy sepertinya menentukan jalan lain, sementara PPP Kubu Djan Farid telah lebih dulu secara terang-terangan mendeklarasikan mendukung Calon Gubernur Jateng  yang diusung Gerindara Sudirman Said. Memang hingga saat ini PPP masih dalam kondisi terpecah diantara dua kubu tersebut. (dtc)