Hari Penentuan Marsekal Hadi

Rabu, 06 Desember 2017, 09:00:00 WIB - Politik

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) didampingi KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11). (ANTARA)


DUA PARTAI MERAGUKAN HADI - Meski ada banyak yang mendukung Marsekal Hadi, Fraksi PKS menyatakan masih menunggu fit and proper test sebelum menentukan sikap apakah menerima atau menolak. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyatakan siap melakukan uji kelayakan dan kepatutan terahadap Hadi.

'Kita fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) dulu. Kita lihat visi-misinya tentang menjaga negara dan pemahaman serta kesadaran tentang berbagai ancaman negara zaman sekarang ini,' ucap anggota Komisi I DPR tersebut.

Sementara itu, Fraksi Gerindra tampak agak segan mendukung Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI yang baru. Sebab Hadi dinilai belum memiliki prestasi yang luar biasa. 'Saya terus terang, sebagai KSAU, saya kira beliau belum terlalu lama jabatannya di situ. Dan menurut saya tidak ada prestasi yang luar biasa. Tidak ada juga ide-ide yang luar biasa. Tetapi seorang prajurit, perwira tinggi, beliau cukup baik,' tutur Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani.

Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani sedikit sangsi dengan pencalonan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. Marsekal Hadi dinilai belum cukup mumpuni untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.


Muzani menuturkan, sebagai calon yang diajukan oleh Presiden Jokowi, Marsekal Hadi tidak memiliki prestasi yang luar biasa. Meski begitu, pria yang kini menjabat sebagai KSAU itu dikatakan cukup baik sebagai prajurit atau pun perwira tinggi.

'Saya terus terang, sebagai KSAU, saya kira beliau belum terlalu lama jabatannya di situ. Dan menurut saya tidak ada prestasi yang luar biasa. Tidak ada juga ide-ide yang luar biasa. Tetapi seorang prajurit, perwira tinggi, beliau cukup baik,' kata Muzani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Sebagai Anggota Komisi I yang membidangi masalah pertahanan, Muzani ingin Hadi dapat menjadikan TNI lembaga kelengkapan negara yang netral di bawah kepemimpinannya. Tak hanya itu, ia juga berharap Hadi dapat menjaga situasi di tahun-tahun politik.

'Memang ini adalah tahun politik dan jabatan beliau sepertinya juga akan sampai pada tahun-tahun politik yang sangat riskan yaitu tahun 2018 dan 2019,' sebut Muzani.

'Kami juga ingin mendapat kepastian bahwa TNI di tanga beliau adalah alat negara yang betul-betul netral bagi kepentingan semua partai dan golongan,' tambah dia.

Tak cuma soal bisa menetralkan bangsa, Muzani pun ingin Hadi dapat membeberkan strateginya dalam menuntaskan masalah terorisme. Mengingat terorisme menjadi satu permasalahan yang serius di Indonesia.

'Kami juga ingin mendengar bagaimana beliau mengatasi terorisme. Karena terorisme adalah bagian yang juga menjadi problem politik di tahun politik,' jelas Sekjen Gerindra itu.

Seperti diketahui, Hadi ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI yang baru menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo seperti yang tertulis dalam surat Presiden dan disampaikan oleh Mensesneg Pratikno kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Surat tersebut pun telah dibacakan oleh Fadli dalam rapat paripurna. (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar