Hari Penentuan Marsekal Hadi

Rabu, 06 Desember 2017, 09:00:00 WIB - Politik

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) didampingi KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Hari ini, Rabu (6/12) Komisi I DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Fit and proper test akan digelar dengan sistem terbuka-tertutup.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, fit and proper test dimulai dengan adanya sesi pemeriksaan administrasi. '45 menit pertama kita lakukan pemeriksaan administrasi. Sudah ada item-item yang akan ditanyakan. Kemudian 10.45 kita mulai fit and proper test. Setelah itu, kita akàn rapat tertutup untuk memutuskan menolak atau menyetujui, itu,' ungkap TB di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

Fit and proper test Marsekal Hadi awalnya akan terbuka untuk umum. Namun untuk sesi pendalaman, uji kelayakan akan dilakukan secara tertutup. 'Rapat akan dilaksanakan ketika paparan visi-misi itu terbuka dan ketika pendalaman, karena ada banyak mungkin hal-hal yang sifatnya rahasia kita laksanakan tertutup,' sebut TB.

Pendalaman kepada Hadi dikatakan TB salah satunya tentang alutsista. Sisanya, anggota Komisi I DPR bebas bertanya. Sejauh ini, Komisi I belum pernah menolak calon Panglima TNI usulan presiden.



'Selama pengalaman, pada prinsipnya Komisi I tak pernah menolak. Karena apa? Karena itu pilihan terbaik dan persyarartan-persyaratan sudah terpenuhi,' terang TB.

Namun sesuai aturan, DPR bisa saja menolak usulan yang diajukan presiden. Bila ini yang terjadi, presiden akan mengirim usulan nama baru untuk diproses kembali sesuai mekanisme yang ada.

'Fit and proper test sesuai ketentuan, presiden mengirimkan satu nama kemudian fit and proper test apakah diterima dan ditolak. Kalau ditolak, dikembalikan. Kalau tidak ditolak, ini dikirim dan diterima,' ucap TB.

Materi pertanyaan fit and proper test memang dibebaskan kepada masing-masing anggota Komisi I yang ingin bertanya kepada Marsekal Hadi. Fraksi PKS menyatakan akan menanyakan soal visi misi Hadi dalam menjaga NKRI.

'Kita lihat visi-misinya tentang menjaga negara dan pemahaman serta kesadaran tentang berbagai ancaman negara zaman sekarang ini,' ujar Ketua F-PKS Jazuli Juwaini.

Langkah Marsekal Hadi untuk menjadi orang nomor satu di TNI sendiri diperkirakan akan berjalan mulus. Mayoritas fraksi di DPR memberi dukungan untuk Marsekal Hadi. Partai-partai yang sudah jelas menyatakan dukungan itu yakni PDIP, NasDem, Golkar, Hanura, PKB, Demokrat, PAN, dan PPP. Partai-partai ini menyebut Hadi memiliki kualifikasi sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Perwira tinggi TNI yang kini menjabat sebagai KSAU itu dinilai memenuhi kualifikasi untuk menjadi Panglima TNI. Dia juga dianggap bisa meneduhkan institusi TNI jelang tahun-tahun politik ke depan dalam rangka pilkada serentak pada 2018 serta Pileg dan Pilpres di 2019. 'Saya yakin mampu memposisikan TNI tetap berada di zona sapta marga yang netral terhadap kekuatan politik mana pun,' ucap Ketum PPP Romahurmuziy.

Sementara itu Fraksi NasDem yang menyatakan mendukung pilihan Presiden Joko Widodo, berharap Marsekal Hadi dapat mewujudkan netralitas jajaran TNI. Ini jelang pelaksanaan Pilkada Serentak di 2018 dan Pemilu Serentak di 2019.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem Supiadin memaparkan apa saja tantangan Panglima TNI ke depan. Dia juga berharap agar Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot bisa memperkuat alutsista TNI.

'Pertama, dia harus membangun soliditas TNI. Kedua, terus mengupayakan program MEF (minimum essential force) terwujud di 2024. Ketiga adalah segera mempersiapkan TNI untuk mewujudkan netralitas dalam menghadapi pemilu dan pilkada. Itu paling pokok,' sebut Supiadin.

Selain itu, NasDem menyoroti peran TNI dalam menjaga wilayah perbatasan RI. Ke depan, prioritas wilayah perbatasan. Supiadin pun mengatakan akan mendalami visi-misi Hadi sebagai calon Panglima TNI. 'Ke depan, prioritas wilayah perbatasan. Terserah dia, dia punya visi-misi. Kita dalami. Ya pastilah Komisi I siapkan (pertanyaan). Visi-misi akan kita dalami,' tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Plt Ketum Golkar Idrus Marham. Idrus mengatakan Hadi sosok yang pandai membangun komunikasi. 'Beberapa pengurus Partai Golkar utamanya Komisi I secara pribadi berkaitan tugas, ada sangat memahami Marsekal Hadi sebagai orang yang dikenal selama ini sangat sederhana dan komunikasi politik produktif dengan seluruh lapisan. Dengan modal itu, Marsekal Hadi akan mampu memimpin TNI sebagai lembaga profesional dan menghadapi, merespons dinamika ke depan,' tutur Idrus di ruang Fraksi Golkar di DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

Ketua fraksi PAN Mulfachri Harahap juga menilai Hadi mewakili angkatan muda sehingga diharapkan bisa membawa visi yang lebih baik. Dia juga berharap Hadi bisa mengharumkan nama TNI di kancah internasional. 'Saya juga berharap ini kan termasuk jauh dari (angkatan) '82 ke '86, ini kan generasi baru tentaranya. Jadi mudah-mudahan visinya bisa lebih baik dari sebelumnya, dan kami berharap di tangan panglima yang baru nantinya TNI kami lebih kuat, lebih bisa disegani paling tidak di kawasan ASEAN dan ya kita berharap fit and proper test berjalan lancar,' harap Mulfachri.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar