Nasib Setya Novanto di Ujung Tanduk

Kamis, 30 November 2017, 09:00:00 WIB - Politik

Para narasumber diskusi (dari kiri) Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, Analis Komunikasi Politik Gun Gun Heryanto, Moderator Pangeran Ahmad, Wasekjen DPP Golkar Sarmuji, dan Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia, dan Pakar Politik LIPI Siti Zuhro berfoto bersama usai diskusi bertajuk ´Beringin Diterpa Angin´ di Jakarta, Sabtu (25/11). Diskusi tersebut membahas isu pergantian posisi Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) pasca-ditahan oleh KPK terkait kasus korupsi KTP elektronik. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar semakin diujung tanduk. Tepat dengan bakal dimulainya sidang praperadilan yang dia ajukan terkait status tersangka kasus E KTP, goyangan dari internal partai malah semakin kencang. Saat ini, suara dukungan munaslub dari DPD Golkat tingkat provisini atau DPD I sudah melebihi 2/3. Meski begitu, masih ada DPD I yang belum menandatangani surat dukungan munaslub.

Kepala Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Nusron Wahid menyebut beberapa DPD I yang belum setuju masih terkendala oleh perasaan. Beberapa ada yang perlu pamit kepada Ketum Golkar Setya Novanto.

'(Yang belum menandatangani) alasannya karena belum bisa ke Jakarta, atau karena masih ada yang minta izin mau pamit dulu dengan Pak SN, ada. Karena ada masalah perasaan lah,' kata Nusron usai melakukan pertemuan di rumah dinas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jalan Widya Chandra III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/11).

Diberitakan sebelumnya, sekitar 20 DPD Golkar tingkat provinsi seluruh Indonesia sepakat untuk menggelar Munaslub untuk memilih pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum. Sesuai syarat ketentuan untuk menggelar Munaslub yakni 2/3 usulan nasional atau tinggal 3 DPD lagi.



'Kita menangkap aspirasi dari masyarakat Golkar ada perubahan (pasca kasus Setnov). Sesuai koridor partai, sekarang nyampai angka 20 DPD, tinggal tiga lagi,' kata Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Sleman, sebelum acara Diskusi Panel Ormas Tri Karya Golkar DIY, di University Hotel Sleman, Minggu (26/11).

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Rambe Kamarul Zaman mengatakan, untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar buat mengganti Setya Novanto, pihak DPD I atau pengurus provinsi harus membuat pernyataan tertulis.

'Secara kuantitatif, kualitatif, misalnya oke (munaslub) itu diperlukan (karena) ada hal yang sangat penting dan memaksa, ada persetujuan dari dua pertiga jumlah DPD I. Oleh karena itu, saya belum melihat DPD I yang menyatakan terus terang dan itu nggak bisa hanya ucapan-ucapan, harus ada yang tertulis,' kata di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/11).

Rambe menerangkan munaslub harus dilakukan oleh DPP Golkar. Perlu diadakan rapat pimpinan (rapim) jika ingin digelar munaslub. 'Pelaksananya munaslub adalah bodi itu sendiri, artinya adalah DPP Golkar. Kalau yang melaksanakan itu, apakah sesuai dengan aturan tidak diambil keputusannya dalam rapat pleno? Karena rapat pleno itu tingkatannya yang ketiga (setelah munaslub dan rapat pimpinan),' ujar Ketua DPP Bidang Kerja Sama dengan Ormas ini.

Anggota Komisi II DPR ini mengaku belum ada pembicaraan soal munaslub sampai saat ini. Golkar, disebutnya, masih mematuhi hasil rapat pleno pekan lalu. 'Saya hadir rapat di DPP juga rapat belum ada yang membicarakan soal itu. Korbid kepartaian bel ada kita membicarakan itu. Dari DPD juga rapat kemarin di DPD ya posisi sekarang adalah dalam posisi menunggu segala sesuatunya dengan kita sepakatlah apa yang diputuskan oleh pleno yang empat poin yang kemarin itu untuk kita pahami dan kita setujui,' pungkasnya.

Meski demikian, Nusron Wahid justru mengatakan, isu Partai Golkar kini bukan masalah diadakannya Munaslub atau tidak. Isu Golkar kini adalah sosok calon ketua umum pengganti Setya Novanto.

'Jadi sekarang, sebagaimana janji saya kemarin mulai dari Kamis isunya sudah tidak lagi isu munaslub atau tidak munaslub, tapi sudah mulai bergeser tentang calon ketua umum. Dan Insyaallah hampir bisa terlaksana dengan kehendak Allah, munaslub akan dilaksanakan pada bulan Desember,' ujar Nusron.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar